Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
Abdi dalem Kraton Nyagogyakarta menggunakan drone jammer. /Ist- twitter @GKRHayu
Harianjogja.com, JOGJA- Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan mengadakan Hajad Dalem Jamasan Pusaka pada Selasa-Rabu (2-3/10/2018). Kegiatan ini merupakan upacara dalam rangka membersihkan benda-benda pusaka milik Keraton Yogyakarta.
Ada yang harus menjadi perhatian warga yang ingin menonton acara tersebut, yakni Kraton melarang penggunaan drone untuk mengambil gambar kegiatan tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu Penghageng Tepas Tandhayekti Kraton Ngayogyakarta. Dalam akun twitternya @GKRHayu, ia menyebutkan bahwa kegiatan jamasan pusaka yang terbuka untuk umum adalah Jamasan Rata (kereta) di Museum Kereta pada Selasa (2/9/2018) dan ada live streaming.
Adapun prosesi yang dilakukan di dalam Kraton, akan digelar tertutup dan tanpa live streaming.
Ia mengungkapkan, pada kegiatan ini, drone dilarang terbang di atas Pagelaran sampai Magangan. Drone juga dilarang terbang di atas kereta yang dijamas di Museum Kereta.
Guna mengendalikan penggunaan drone ini, Tepas Tandha Yekti akan mengaktifkan drone jammer yakni alat yang menyerang jalur komunikasi dan kendali drone lewat frekuensi. Dengan demikian, drone yang terbang menjadi tidak dapat dikendalikan oleh operatornya.
Penggunaan alat ini, baru mulai dilakukan tahun ini karena alat itu baru dimiliki. "mau info kalo Penghageng TTY skrg punya mainan baru," tulis GKR Hayu sambil mengunggah foto abdi dalem mengoperasikan drone jammer.
Putri ke-4 Sri Sultan ini menjelaskan penggunaan drone jammer dilakukan karena dalam penyelenggaraan ritual tahun lalu, dirinya pernah diperintahkan untuk mengejar drone yang masuk ke kompleks Kedhaton.
Padahal, pada saat itu, GKR Hayu masih mengenakan sanggul dan jarik. Ia harus berlari dari gerbang utara sampai selatan bersama polisi yang standby. "Daripada saya kurus, mending tak pasangi jammer sekalian," katanya.
Ia berharap pengunjung mengikuti aturan ini. Jika penggunaan drone jammer nanti tetap tidak dipatuhi, maka tahun depan, ia menembaknya. "Kalo tahun ini masih pada gak manut juga pake drone jammer. Tahun depan tak remukke sisan drone-mu pake ini," tulisnya sambil mengunggah foto abdi dalem menembakkan rudal.
Cuitan dari GKR Hayu ini mendapatkan respon dari komunitas Drone Jogja. Respon ditunjukkan melalui unggahan di instagram @dronejogja yang menyebutkan "Sesuai dengan himbauan dari @kratonjogja @gkrhayu kami selaku komunitas drone menghimbau tidak menerbangkan drone sewaktu acara dan patuhi peraturan yang ada ! Keep fly safe ! Untamakan keyamanan. Bersama :) maturnuwun."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng untuk melestarikan sejarah sekaligus mengembangkan wisata religi di Kota Magelang.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest