KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Salah satu titik sampah liar di Jogja./Harian Jogja-M118
Harianjogja.com, JOGJA-Sampah liar masih menjadi PR untuk Pemerintah Kota Jogja. Kesadaran Masyarakat terhadap lingkungan juga perlu ditingkatkan.
Kasi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Ahmad Haryoko mengatakan walaupun Pemerintah Kota Jogja mempunyai wewenang penuh terhadap sampah liar, tetapi masih memiliki PR terkait kesadaran masyarakat. Hal ini terlihat masih terdapat sampah liar yang bersarang di bantaran sungai Jogja.
Meskipun ada penurunan volume sampah liar, tetapi Pemkot Jogja menilai hal itu masih tidak cukup. Ia mengatakan, awal sekitar 5 tahun yang lalu, sampah liar sekitar 5% dari total jumlah sampah yang ada, kini sampah liar volumenya sudah menurun menjadi sekitar 3%.
"Kami menganggap bahwa edukasi kami belum 100% artinya, karena masih ada sampah liar," katanya kepada Harianjogja.com, Jumat (28/9/2018).
Sampah liar ini biasanya terdapat di pekarangan, lahan yang ditinggalkan penghuninya dan bantaran sungai. Biasanya sampah rumah tangga yang menjadi langganan sampah liar. "Kami memetakan jenis sampahnya termasuk domestik semua. Kalau sampah industri pasti sudah kena Tipiring," kata dia.
Dia mengatakan selalu mengomunikasikan untuk membuat KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat. Mulai dari menginformasikan untuk membuat baliho, spanduk, stiker, dan leafet. Kemudian menggalakan edukasi kepada Masyarakat melalui pemerintah desa setempat.
Dalam penangannya, DLH membagi 8 sektor, dan sampah liar sendiri menjadi tanggung jawab pada masing-masing sektor tersebut. Untuk eksekusi sampah liar, biasanya DLH lebih bekerja sama dengan mahasiswa, komunitas lingkungan untuk kerjabakti membersihkan sampah liar tersebut. "Biasanya kami hampir setiap minggu kerja bakti di spot tertentu, sesuai lokasi yang kita pandang banyak sampah liar," katanya.
Dia mengatakan, kesadaran masyarakat menjadi kendala dalam penanganan sampah liar, mulai dari tingkat pendidikan dan ekonomi juga mempengaruhinya. Hampir 3% yang belum tertangani di bantaran sungai di sisi barat Jogja. "Di sisi sungai winongo ini sepertinya menjadi idola untuk membuang sampah di sungai."
Walaupun dia sebenarnya menyadari kesulitan warga yang ada di bantaran sungai. Namun, dia berharap masyarakat juga mau membuang sampah di TPS. "Memang jumlah TPS sedikit, tetapi kami mengupayakan pelayanan TPS bisa 24 jam." kata Haryoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Manajer Kopdes Merah Putih segera ditempatkan. Pemerintah mengatur gaji berdasarkan UMP dan PKWT dua tahun di bawah Agrinas.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.