Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, BANTUL -- Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi, dan Air Minum Perkotaan (PISAMP) DIY, Agung Satrio belum bisa memastikan kapan alat pengolah limbah tinja menjadi air bersih sampai di DIY. Namun demikian, ia menargetkan pada akhir November alat tersebut sudah terpasang.
“Saat ini alatnya masih dirangkai di Jakarta,” kata Agung kepada Harian Jogja di kantornya di area persawahan Desa Pendowoharjo, Sewon, Rabu (3/10/2018).
Menurut dia, untuk proses perakitan, pihaknya tidak bisa ikut campur karena semuanya diserahkan kepada pemilik. Selain itu untuk alat, Balai PISAMP juga hanya mendapatkan bantuan dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
“Nanti kalau sudah jadi akan langsung dikirim dan kemudian dipasang di tempat yang telah kami sediakan. Mudah-mudahan cepat selesai dan dikirim sehingga pada akhir November sudah bisa dipasang,” ucap dia.
Menurut Agung, teknologi pengolahan limbah tinja yang disulap menjadi air bersih bernama Andrich Tech. Teknologi sudah diterapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. “Kalau dilihat dari video di Jakarta, airnya memang bersih,” kata Agung.
Hanya, sambung Agung, untuk bisa diolah menjadi air minum masih butuh kajian. Salah satunya dengan meneliti kandungan air seperti keberadaan kadar oksigen di dalam air, kadar besi, nitrat hingga total endapan limbah yang dihasilkan.
“Terlepas dari apakah hasil pengolahan nanti bisa jadi air bersih atau air minum, yang jelas teknologi ini sangat bermanfaat terhadap pengolahan limbah tinja di Balai PISAMP,” katanya lagi.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Air Limbah, Balai PISAMP DIY, Dedi Risdiyanto. Menurut dia, untuk alat pengolahan limbah tinja yang akan dipasang masih dirangkai di Jakarta. Meski demikian, untuk persiapan, Balai PISAMP sudah menyiapkan lokasi untuk pemasangan alat tersebut.
“Masih proses perakitan dan waktunya sekitar dua bulan. Jadi pemasangan mungkin baru terlaksana pada akhir Oktober atau awal November,” katanya.
Menurut dia, penerapan teknologi Andrich Tech sangat bermanfaat untuk pengolahan limbah tinja di DIY. Untuk saat ini, kapasitas pengolahan baru sebanyak 50 meter kubik per hari. Namun dengan teknologi itu dapat meningkat dua kali lipat karena mampu berproduksi 100 meter kubik per hari.
“Pengolahan menjadi air bersih memang jadi keunggulan dari teknologi Andrich Tech, tetapi dengan waktu pengolahan hanya 30 menit bisa memaksimalkan pengolahan tinja di Balai PISAMP lebih banyak lagi sehingga layanan kepada pelanggan dapat lebih maksimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Kementerian PU menangani kekeringan yang mengancam 141.440 ha sawah melalui pemompaan air dan perbaikan irigasi.
Budi Gunadi Sadikin masuk bursa calon Dirjen WHO bersama lima kandidat lain. Simak profil WHO dan proses pemilihan Dirjen WHO 2027.
Delegasi Indonesia walkout saat Netanyahu berpidato di PBB. Kemlu menyebut aksi itu sebagai solidaritas untuk Palestina dan protes diplomatik.