Alat Pengolah Tinja Masih Dirangkai

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 04 Oktober 2018 12:10 WIB
Alat Pengolah Tinja Masih Dirangkai

Ilustrasi./Reuters

Harianjogja.com, BANTUL -- Kepala Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi, dan Air Minum Perkotaan (PISAMP) DIY, Agung Satrio belum bisa memastikan kapan alat pengolah limbah tinja menjadi air bersih sampai di DIY. Namun demikian, ia menargetkan pada akhir November alat tersebut sudah terpasang.

“Saat ini alatnya masih dirangkai di Jakarta,” kata Agung kepada Harian Jogja di kantornya di area persawahan Desa Pendowoharjo, Sewon, Rabu (3/10/2018).

Menurut dia, untuk proses perakitan, pihaknya tidak bisa ikut campur karena semuanya diserahkan kepada pemilik. Selain itu untuk alat, Balai PISAMP juga hanya mendapatkan bantuan dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Nanti kalau sudah jadi akan langsung dikirim dan kemudian dipasang di tempat yang telah kami sediakan. Mudah-mudahan cepat selesai dan dikirim sehingga pada akhir November sudah bisa dipasang,” ucap dia.

Menurut Agung, teknologi pengolahan limbah tinja yang disulap menjadi air bersih bernama Andrich Tech. Teknologi sudah diterapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. “Kalau dilihat dari video di Jakarta, airnya memang bersih,” kata Agung.

Hanya, sambung Agung, untuk bisa diolah menjadi air minum masih butuh kajian. Salah satunya dengan meneliti kandungan air seperti keberadaan kadar oksigen di dalam air, kadar besi, nitrat hingga total endapan limbah yang dihasilkan.

“Terlepas dari apakah hasil pengolahan nanti bisa jadi air bersih atau air minum, yang jelas teknologi ini sangat bermanfaat terhadap pengolahan limbah tinja di Balai PISAMP,” katanya lagi.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Air Limbah, Balai PISAMP DIY, Dedi Risdiyanto. Menurut dia, untuk alat pengolahan limbah tinja yang akan dipasang masih dirangkai di Jakarta. Meski demikian, untuk persiapan, Balai PISAMP sudah menyiapkan lokasi untuk pemasangan alat tersebut.

“Masih proses perakitan dan waktunya sekitar dua bulan. Jadi pemasangan mungkin baru terlaksana pada akhir Oktober atau awal November,” katanya.

Menurut dia, penerapan teknologi Andrich Tech sangat bermanfaat untuk pengolahan limbah tinja di DIY. Untuk saat ini, kapasitas pengolahan baru sebanyak 50 meter kubik per hari. Namun dengan teknologi itu dapat meningkat dua kali lipat karena mampu berproduksi 100 meter kubik per hari.

“Pengolahan menjadi air bersih memang jadi keunggulan dari teknologi Andrich Tech, tetapi dengan waktu pengolahan hanya 30 menit bisa memaksimalkan pengolahan tinja di Balai PISAMP lebih banyak lagi sehingga layanan kepada pelanggan dapat lebih maksimal,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online