Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Kepala BKIPM Kelas I Yogyakarta Hafit Rahman (kanan) menerima bantuan dari donatur untuk kemudian disalurkan kepada korban gempa dan tsunami di Sulteng, Jumat (5/10/2018) pekan lalu./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Bantuan untuk korban gemppa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) terus berdatangan. Kali ini Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keaamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas I Yogyakarta yang mengirimkan puluhan paket bantuan kepada korban yang dihimpun dari berbagai donatur internal BKIPM maupun mitranya yang peduli terhadap korban bencana tersebut.
Kepala BKIPM Kelas I Yogyakarta Hafit Rahman menjelaskan paket bantuan itu dihimpun dari berbagai elemen masyarakat serta internalnya melalui posko BKIPM Yogyakarta. Ia mengapresiasi besarnya respons masyarakat dalam memberikan bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Sulteng.
Bantuan itu akan langsung didistribusikan ke Palu, Donggala dan Sigi. "Beberapa bantuan ini kami dapatkan juga dari Lembaga Anak Hebat Indonesia serta ibu-ibu yang tergabung dalam pengajian kajian Jumat pagi di Jogja, mempercayakan kepada kami untuk menyalurkan bantuan," ucapnya kepada Harian Jogja, Senin (8/10/2018).
Hafit mengaku bertanggungjawab penuh atas distribusi bantuan itu agar tepat sasaran kepada korban yang benar-benar membutuhkan. Oleh karena itu, timnya akan terus mengawal dan memastikan bahwa bantuan itu sampai ke tangan para korban. Bantuan itu dari Jogja akan diterbangkan menuju Balikpapan. Kemudian melalui BKIPM Balikpapan, bantuan dikirim ke posko Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Palu.
"Kami bertanggungjawab penuh atas titipan ini dan akan kami distribusikan melalui BKIPM Balikpapan untuk kemudian dibawa ke posko KKP di Palu, sehingga bantuan ini bisa tepat sasaran karena ada posko kami dari KKP di sana," katanya.
Kasi Pengawasan dan Pengendalian Informasi BKIPM Kelas I Yogyakarta Haryanto menambahkan bantuan yang dikirim sangat beragam sesuai dengan kebutuhan para korban yang sebelumnya sudah diidentifikasi oleh posko KKP di Palu. Antara lain, pakaian yang sudah dipisahkan sesuai paket, baik pakaian pria, wanita dan anak-anak. Selain itu ada makanan dan kebutuhkan khusus untuk anak seperti susu, popok bayi, tisu, masker dan kain.
Paket tersebut juga berisi makanan kering sejenis biskuit dan mi instan. "Jenis barang yang kami kirim ini sebelumnya sudah kami identifikasi sesuai bantuan di lapangan. Total paket yang kami kirim ini beratnya sampai 550 kilogram," katanya.
Dia mengatakan pada Agustus 2018 lalu BKIPM Yogyakarta juga mengirim bantuan bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Kalau yang [gempa] Lombok kami juga mengirim tenda baju layak pakai, selimut," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.