Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Sejumlah warga tengah membangun jembatan penghubung antar desa di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Sabtu (6/10/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Belum adanya perhatian dari pemerintah membuat masyarakat di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, membangun jembatan secara swadaya.
Salah seorang warga Dusun Pengkol, Sumanto, 47, mengatakan pembangunan jembatan ini dirasa warga penting, karena sebagai penghubung antar desa. Selain itu juga digunakan untuk memudahkan akses menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berlokasi di desa lain.
"Kalau terjadi banjir, misal ada warga yang meninggal dunia tidak bisa melewati jalan ini [karena tidak ada jembatan], hanya kalau saat kering saja bisa dilewati," ucap Sumanto, Minggu (7/10/2018) kemarin.
Sumanto menjelaskan pembangunan jembatan secara swadaya ini telah dilangsungkan sejak dua minggu terakhir. Seluruh pekerja diambil dari para warga dengan cara gotong royong. Adapun dana untuk pembangunan ini murni dari donatur, yang berasal dari para warga maupun perantau. Saat ini dana terkumpul sekitar Rp20 juta.
Diakuinya dana tersebut masih jauh dari cukup. Pasalnya selain jembatan, dana yang digunakan juga untuk biaya pembebasan lahan guna akses jalan di seberang jembatan. Pembebasan jalan ini juga diperlukan lantaran warga merasa jalan yang ada terlalu sempit dan perlu adanya pelebaran.
"Jalan tembus di seberang kali kurang lebar dan perlu adanya pelebaran jalan, tentunya hal itu juga membutuhkan biaya , yang pasti tidak sedikit," bebernya.
Para warga lanjut Sumanto sebelumnya telah mengusulkan pembangunan jembatan ini kepada pemerintah desa dan daerah. Peninjauan oleh pemangku kebijakan juga sebenanrnya sudah dilakukan. Namun sampai hari ini belum ada realisasi pembangunan, sehingga masyarakat berinisiatif membangun secara swadaya meski terbatas dana.
Atas hal itu masyarakat berharap agar Pemerintah Desa dan Pemkab Gunungkidul bisa memberikan perhatian untuk kelanjutan pembangunan jembatan ini. “Kali ini kami sangat berharap perhatian pemerintah agar pembangunan jembatan dan jalan bisa dilanjutkan," ucap Sumanto.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Gunungkidul, Edy Partono mengatakan merujuk pada lokasi pembangunan jembatan, maka pihak yang berwenang adalah pemerintah desa.
"Kita lihat dulu di mana letak bangunannya kalau itu jembatan desa atau dusun kewenangannya ada pada desa yang bersangkutan," ucap Edy.
Sementara itu hingga berita ini ditulis, pihak Pemerintah Desa Pengkol belum bisa dikonfirmasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Menyapa konsumen setia Honda, Astra Motor Yogyakarta kembali hadir dengan Honda Premium Matic Day (HPMD)