Ramadan 2026, Alumni SMA Bosa Jogja Berbagi 6.000 Takjil
Alumni Bosa Bersatu (ABB), paguyuban alumni SMA BOPKRI 1 (Bosa) Jogja, kembali menggelar kegiatan sosial berbagi 6.000 takjil pada Ramadan 1447 H/2026 M.
Bupati Gunungkidul Badingah (kiri) menyabet penghargaan Kihajar Award 2018./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, WONOSARI–Bupati Gunungkidul Badingah mendapatkan anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) kategori madya 2018 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Handayani.
“Ini jelas membanggakan buat kami [Pemerintah Kabupaten] karena penghargaan diberikan tidak lepas dari kerja keras tim untuk penilaian,” kata Badingah, Senin (15/10). Anugerah ini diberikan kepada gubernur, bupati atau wali kota yang memiliki prestasi di dalam pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan.
Pengguanan teknologi tidak hanya sebatas pemanfaatan dalam kegiatan belajar dan mengajar tetapi juga digunakan dalam kegiatan administrasi sekolah. Anugerah Kihajar diberikan kepada 16 kepala daerah yang terdiri dari lima gubernur, tujuh wali kota dan empat bupati, salah satunya untuk Gunungkidul.
Anugerah Kihajar 2018 mengangkat tema Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menhadapi Revolusi Industri 4.0. Tema ini dapat menjadi tolok ukur perkembangan TIK untuk pendidikan di Indonesia. “Mudah-mudahan dengan prestasi ini juga dapat meningkatkan kualitas mutu dan pendidikan di Gunungkidul,” ucap Badingah.
Selain penghargaan diberikan kepada kepala daerah, penghargaan juga diberikan ke pemenang kuis Kihajar, Lomba Membatik serta Duta Rumah Belajar. Untuk di Gunungkidul, ada salah seorang guru dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wonosari, Sigit Suryono, yang mendapatkan nominasi duta Rumah Belajar Terinovatif.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Azman Latif mengatakan proses penilaian dilakukan sjeak Juni lalu. Tim penilai terdiri dari kalangan perguruan tinggi, pakar TIK, Komunitas TIK dan Pusat Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Untuk penghargaan ada empat kategori, yakni Utama, Madya, Pertama dan Khusus. Raihan penghargaan Kihajar patut dijadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Gunungkidul. “Ini harus jadi motivasi untuk memberikan layanan yang lebih baik lagi,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Gunungkidul ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alumni Bosa Bersatu (ABB), paguyuban alumni SMA BOPKRI 1 (Bosa) Jogja, kembali menggelar kegiatan sosial berbagi 6.000 takjil pada Ramadan 1447 H/2026 M.
Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan pada 8 Juli 2026. Pengamanan diperketat, operasional wisata disesuaikan.
Pekerja PLTSa Putri Cempo Solo mengalami kecelakaan kerja hingga tangannya masuk mesin. Korban telah menjalani operasi dan kini dalam pemulihan.
Restorasi Candi Prambanan dinilai akan memperkuat daya tarik pariwisata DIY meski berpotensi memengaruhi pola kunjungan sementara.
Polsek Bantul mengungkap kasus curanmor di Lapangan Paseban. Pelaku residivis teridentifikasi setelah polisi mencocokkan nomor rangka sepeda motor.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah