Kawasan Industri Gunungkidul Diperluas Jadi 1.500 Hektare
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Ilustrasi kambing. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Serangan hewan liar masih menjadi ancaman bagi pemilik ternak di Gunungkidul, yang ternaknya dipelihara di ladang. Kali ini serangan terjadi di Desa Girikarto, Panggang.
Dalam seminggu terakhir tercatat lima ekor kambing mati karena diserang hewan liar yang masih misterius. Kapolsek Panggang, AKP Dani Purnama mengatakan, serangan terakhir menimpa kambing milik warga Dusun Dawung, Desa Girikarto pada Selasa (16/10/2018). Akibat serangan ini, seekor kambing mati kehabisan darah karena luka di sekujur tubuh.
“Tidak ada yang tahu kapan serangan terjadi karena warga hanya tahu pada pagi hari saat ke ladang kambingnya mati dengan mengenaskan,” kata Dani kepada wartawan, Rabu (17/10/2018).
Menurut dia, kejadian tersebut bukan yang pertama, pada Minggu (14/10/2018) malam, empat ekor kambing milik warga juga diserang hewan liar. “Berdasarkan laporan yang masuk, dalam seminggu ada lima kambing yang mati diserang binatang liar,” tuturnya.
Dani mengungkapkan, untuk mencegah serangan serupa sudah membuat imbauan agar warga waspada dan terus mengawasi ternak yang dimiliki. “Kita sosialisasikan melalui petugas kepolisian yang bertugas di desa-desa,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengaku belum mendapatkan informasi serangan hewan ternak di Kecamatan Panggang. Meski demikian, ia tidak heran dengan ancaman itu karena pada saat musim kemarau banyak hewan liar di hutan berkeliaran yang memangsa tenak milik warga. “Setiap tahun kasus serupa terus terjadi hingga sekarang,” katanya.
Menurut dia, untuk pencegahan sudah pernah dilakukan upaya antisipasi. Salah satu upaya dengan membuat jebakan untuk menangkap hewan tersebut, namun hasilnya masih nihil. “Hingga saat ini juga belum ada yang tahu hewan apa yang menyerang kambing-kambing milik warga,” katanya.
Bambang mengungkapkan, agar serangan tidak semakin meluas, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul sudah membuat surat edaran agar petani membawa pulang ternaknya ke rumah untuk sementara waktu.
“Ini langkah yang efektif karena jika ternak ditinggal di ladang, maka upaya pengawasan akan sulit. Jadi lebih baik, untuk sementara ternak-ternak di bawa pulang ke rumah,” imbuh mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Data center AWS di Bahrain dan UEA rusak diserang drone serta rudal Iran. Data pelanggan hilang permanen dan proses pemulihan butuh waktu lama.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid soroti mafia tanah yang sulit diberantas lewat kelakar "sampai kiamat kurang dua hari". Ini klarifikasi kementerian.
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Simak rekomendasi website translator terbaik 2026, mulai Google Translate, DeepL, Microsoft Translator hingga layanan AI berbayar.
Monumen Paku Bumi mulai dibangun di Simpang Bayeman, Kota Magelang. Tingginya 15 meter dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.