Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Petugas dari DLH Jogja membersihkan kotoran burung yang berserakan di Jalan Mayor Suryotomo, Gondomanan, Kamis (1/11/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Tak hanya sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja direpotkan juga untuk membersihkan kotoran burung yang berserakan di Jalan Mayor Suryotomo, Gondomanan yang notabene berjarak tak sampai satu kilometer dari objek wisata Malioboro dan Pasar Beringharjo, Kamis (1/11/2018).
Pembersihan kotoran burung tersebut melibatkan mobil road sweeper milik DLH. Kepala DLH Jogja Suyana mengatakan pembersihan kotoran burung tersebut dilakukan setelah instansinya menerima laporan banyaknya kotoran burung yang berserakan di jalan tersebut. Tidak hanya mengganggu pemandangan, bau yang ditimbulkan kotoran tersebut juga mengganggu masyarakat yang berlalu lalang.
"Petugas langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan membersihkan kotoran burung dari jalanan. Ini baru pertama kali petugas membersihkan kotoran burung di jalanan. Selain jalan itu belum ada laporan," kata Suyana, Kamis (1/11/2018).
Kegiatan pembersihan dilakukan sejak pukul 06.00 pagi. Selain menggunakan peralatan manual menggunakan sapu lidi dan sikat, DLH juga mengerahkan satu unit mobil penyiram taman dan mobil road sweeper. "Kalau yang dijalan langsung dibersihkan dengan mobil. Nah bagian lain yang tidak bisa dijangkau mobil road sweeper seperti di trotoar dibersihkan secara manual. Kotoran yang sudah mengering susah dibersihkan," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dia terima, kotoran burung tersebut berasal dari burung-burung Sriti dan Kuntul yang acapkali berkumpul di sekitar lokasi. Biasanya, ratusan burung Sriti muncul pada sore hari. Mereka biasa bertengger di jaringan kabel di sekitar lokasi. "Kalau siang burung-burung ini biasa menetap di rumah kosong milik warga sekitar. Ada beberapa bangunan yang kosong di sana," jelas Suyana.
Berbeda dengan Sriti, burung-burung jenis Kuntul umumnya tinggal di pohon-pohon perindang di sepanjang jalan tersebut. Burung ini biasanya memangsa serangga di sekitar lokasi. "Meski dari kotoran burung tapi karena jumlahnya banyak, tetap saja menimbulkan bau tidak sedap. Kalau masih ada lagi, ini akan menjadi rutinitas tambahan petugas selain membersihkan sampah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.