Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Lemper raksasa dalam upacara adat Rabo Pungkasan 2018 di Desa Wonokromo, Pleret, Selasa (6/11/2018)./Harian Jogja-Fita Ayu Fidiyawati (M121)
Harianjogja.com, BANTUL- Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di DIY berbondong-bondong menghadiri Upacara Adat Rebo Pungkasan di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul pada Selasa malam (6/11/2018).
Upacara Adat Rebo Pungkasan merupakan wujud syukur kepada Tuhan YME, serta mengenang Kiai Faqih Usman atau Kiai Welit sebagai tokoh penting masuknya Islam di Wonokromo.
Tokoh tersebut juga dianggap berjasa menyembuhkan wabah penyakit. Rebo Pungkasan Biasanya diselenggarakan tiap tahun pada malam Rabu terakhir di bulan Sapar.
Acara tersebut identik dengan lemper raksasa yang dianggap menarik bagi penonton upacara adat. Selain lemper raksasa terdapat juga lemper dengan ukuran normal yang dibagikan untuk khalayak umum. Lemper tersebut sebagai pengingat bahwa Raja Kesultanan Mataram Sultan Agung adalah sosok penggemar makan lemper.
Acara Rebo Pungkasan pada Selasa malam dihadiri antara lain Bupati Bantul Suharsono, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Sunarto, Camat Pleret M. Alwi, Kapolsek Pleret AKP Sumanto dan sejumlah pejabat daerah.
Acara ini antara lain diisi dengan aktivitas mengarak lemper raksasa dari Masjid Al Huda Karanganom menuju Balai Desa Wonokromo. Kirab tersebut diikuti oleh warga dari 12 dusun yang ada di Desa Wonokromo. Seusai peserta kirab sampai di Pendopo Balai Desa Wonokromo, dilakukan sambutan dari Suharsono selaku Bupati Bantul.
“Tradisi Rebo Pungkasan sudah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda dan sudah terdaftar di Kemendikbud RI, oleh karena itu mari dilestarikan tradisi ini agar nilai-nilai luhur yang terkadung di dalamnya tidak hilang,” kata Suharsono.
Setelah sambutan selesai, lemper raksasa dipotong oleh Suharsono, sedangkan ribuan lemper kecil dilemparkan kepada pengunjung di pelataran Balai Desa Wonokromo.
Pelemparan lemper tersebut dinyatakan sebagi tanda telah berlangsungnya Rabo Pungkasan atau Rabu terakhir di bulan Sapar. Warga sangat antusias berebut lemper yang dilempar tersebut. Bahkan ada yang sengaja datang hanya untuk mendapatkan lemper.
“Saya penasaran dengan lemper dalam tradisi ini, makanya saya sengaja datang hanya untuk berebut lemper,” ujar Lia salah satu pengunjung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.