38 Jembatan di Gunungkidul Mulai Rusak, Perbaikan Dikebut
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Bupati Gunungkidul Badingah (paling tengah) saat membacakan deklarasi sehat dalam kegiatan Ayo Sehat di Alun-Alun Kota Wonosari, Jumat (9/11/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Bupati Gunungkidul Badingah mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Hal ini disampaikan pada saat membacakan deklarasi gerakan hidup sehat di Alun-Alun Kota Wonosari, Jumat (9/11/2018).
Menurut dia, dengan menerapkan pola hidup sehat akan memberikan dampak terhadap kesehatan karena tiak mudah terserang penyakit. “Lebih baik melakukan pencegahan karena mengobati akan lebih mahal. Jadi agar tidak mudah sakit, masyarakat harus terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Badingah, kemarin.
Dia menjelaskan, untuk menerapkan hidup sehat dapat dilakukan dengan beberapa langkah. Yakni, melakukan aktivitas fisik setiap hari, makan sayur dan buah, cek kesehatan secara rutin. Selain itu, perilaku sehat juga didukung dengan menjaga kebersihan lingkungan serta tidak merokok.
“Saya yakin kalau langkah-langkah ini terus dipegang dan dilaksanakan maka kesehatan masyarakat bisa terus dijaga,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty menambahkan, gerakan ayo sehat yang dilaksanakan di Alun-Alun Kota Wonosari sebagai rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-54. Selain diisi dengan deklarasi sehat yang dibacakan Bupati Gunungkidul, gerakan ini juga diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari jalan sehat, pemeriksaan deteksi dini kanker serviks, pembagian doorprize, cek kesehatan hingga hiburan gratis.
“Semua berjalan dengan lancar,” kata Dewi.
Menurut dia, untuk pencegahan penyakit baik menular maupun tidak menular bukan hanya menjadi tugas dari pemerintaha. Namun, masyarkat harus ikut berpartisipasi aktif karena dampak dari kesehatan ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Inilah kenapa dilakukan deklarasi sehat. Salah satunya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
Diungkapkannya, gerakan ayo sehat yang digalang memiliki tunjuan jangka panjang. Pasalnya gerakan ini tidak akan dirasakan sekarang karena baru terasa sepuluh hingga 20 tahun ke depan.
“Ya kalau bisa menerpakan pola hidup sehat maka kesehatan tubuh akan terjaga sehingga tidak mudah terserang penyakit,” ungkapnya.
Di kesempatan ini, Dewi juga menuturkan jebolnya pebiayaan BPJS Kesehatan tidak lepas dari alokasi anggaran yang banyak digunakan untuk membiayai pengobatan masyarakat, salah satunya di RSUD Wonosari.
“Mengobati akan lebih mahal dan buktinya sudah terlihat dari pembiayaan yang dilakukan BPJS Kesehatan. Jadi, jangan sampai terlambat lebih baik melakukan pencegahan karena jika sakit tidak hanya diri sendiri yang rugi, tapi juga dapat berdampak ke orang lain,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat 38 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga sedang dan menjalani perawatan berkala.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.