Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ilustrasi banjir./Ist-Basarnas Kendari via Okezone
Harianjogja.com, BANTUL-Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan status siaga darurat banjir dan tanah longsor menyikapi musim hujan yang sudah berlangsung saat ini.
"Status siaga darurat banjir dan tanah longsor sudah dilakukan sejak awal November, ini sebagai langkah persiapan jika sewaktu-waktu terjadi bencana akibat cuaca ekstrem," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Rabu (14/11/2018).
Dia mengatakan cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi berpeluang terjadi di berbagai daerah, termasuk wilayah Bantul. Hal itu sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.
Kondisi tersebut, kata dia, bisa mengakibatkan banjir genangan dan tanah longsor jika terjadi hujan deras dengan waktu lama, seperti pengalaman pada musim hujan sebelumnya.
"Kalau potensi tanah longsor terdapat di kawasan perbukitan, meliputi sebagian wilayah Dlingo, Piyungan, Pleret, Pundong, Imogiri, dan Pajangan, sedangkan potensi banjir di wilayah sekitar bantaran sungai," katanya.
Dwi mengatakan dengan penetapan status siaga darurat bencana itu, organisasi perangkat daerah bisa lebih mudah mengajukan anggaran belanja tak terduga kepada bupati jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Dana bisa kita ajukan jika memang diperlukan untuk berbagai kegiatan, misalkan pembuatan posko-posko pantauan di lapangan, termasuk untuk kebutuhan logistik, yaitu makan dan minum para relawan," katanya.
BPBD Bantul akan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan instansi terkait serta relawan guna menyikapi masuknya musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem.
"Setelah rapat nanti kita juga akan mengeluarkan surat edaran terkait kesiapan masyarakat menghadapi potensi banjir dan longsor," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.