Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Komunitas Jip Wisata Mangunan saat parkir di kawasan wisata Pinus Pengger di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Rabu (4/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Bantul akan dilengkapi kendaraan shuttle pariwisata. Kendaraan itu nantinya bisa digunakan oleh wisatawan untuk menjelajahi objek-objek wisata di Bumi Projotamansari.
Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, Hantoro mengatakan hal tersebut menjadi salah satu poin dalam upaya penjajakan kerja sama antara Organda dengan Pemkab Bantul. Kerja sama itu, kata dia, terkait dengan penyediaan angkutan wisata di Bantul.
Dia mengatakan latar kerja sama pengadaan kendaraan shuttle didasari oleh semakin menurunnya orang yang memanfaatkan angkutan umum. Oleh karena itu, agar bisnis angkutan umum bisa tetap berjalan, pihaknya berinisiatif menawarkan kerja sama tersebut kepada Pemkab Bantul. "Jumlah shuttle yang disiapkan kurang lebih 20-30 mobil," ucap dia seusai menggelar pertemuan dengan Pemkab Bantul, Jumat (16/11/2018).
Dia menambahkan, pemilihan Bantul lokasi shuttle wisata bukan tanpa alasan. Menurut dia Bantul merupakan kabupaten yang tengah gencar menggenjot potensi wisatanya.
Hantoro mengatakan angkutan umum berbasis online saat ini memang terbilang mudah diakses, namun belum bisa memenuhi kebutuhan wisatawan untuk menjelajahi sejumlah objek wisata. "Nah inilah alasan kami mengusulkan kerja sama penyediaan shuttle wisata itu," kata dia.
Dia mengklaim kendaraan yang dimiliki Organda DIY, sejauh ini secara berkala dirawat dengan baik. Kegelisahan yang dirasakan Organda DIY saat ini adalah adanya beberapa transportasi berbasis daring yang justru kurang memperhatikan kondisi kendarannya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan menerima usulan yang diajukan Organda DIY. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain adalah rute lokasi wisata yang akan dilalui, gambaran pemandangan yang disuguhkan, dan tarif shuttle itu sendiri.
"Ketika wisatawan akan naik shuttle harus dipastikan bahwa mereka mendapat pelayanan maksimal dan suguhan pemandangan alam yang elok sesuai dengan harga tiket yang dibayarkan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Aisyiyah menegaskan dakwah kemanusiaan, penguatan Posbakum, dan peran perempuan dalam perdamaian global di tengah meningkatnya konflik dunia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta Gedung Kelurahan Tegalpanggung tak hanya melayani administrasi, tetapi juga menampung aktivitas warga.
TNI AU terus mematangkan kesiapan pilot Rafale. Delapan penerbang disiapkan melalui seleksi ketat dan pelatihan hingga ke Prancis.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.