Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Ilustrasi Difabel./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Peringati hari disabilitas Internasional, penyandang disabilitas di Gunungkidul mengharapkan perhatian pada sektor pengembangan usaha ekonomi, agar para difabel semakin mandiri.
Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gunungkidul, Untung Subagyo mengatakan saat ini yang masih diperlukan yaitu bantuan atau dorongan permodalan untuk sektor perekonomian.
“Kita juga ingin tampil dengan hasil karya sendiri. Misalnya dari olahan makanan atau souvenir, jadi kemandirian kami lebih terasah dan terfasilitasi lagi,” ujar Untung, seusai peringatan hari disabilitas internasional di GOR Siyono, Playen, Rabu (28/11/2018).
Kemandirian dalam bidang ekonomi ini perlu diasah agar nantinya para penyandang disabilitas menghasilkan pendapatan tersendiri, mengingat ketersediaan lowongan pekerjaan bagi penyandang disabilitas maupun bantuan permodalan masih sangat minim. Hal ini lah yang perlu ditekankan kembali dan harus mendapat dukungan dari Pemkab.
“Kalau ada perhatian tentu motivasi juga akan meningkat, untuk berusaha lebih. Ekonomi yang baik akan mendorong bidang lain semakin baik juga,” ujarnya.
Terkait berbagai fasilitas umum sendiri menurut Untung saat ini sudah mulai ada perbaikan kearah lebih baik. Meski ia tetap berharap perbaikan fasilitas aksesbilitas tersebut mencakup kesemua ruang public.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengaku terus berusaha mendukung kesejahteraan penyang disabilitas, dimana catatan di Gunungkidul mencapai sekitar 8.000 penyandang disabilitas. Dikatakannya dalam pemberdayaan kaum disabilitas ada pendekatan-pendekatan yang berbeda.
“Jumlah ini masih ada beberapa yang belum terdata mengingat ada beberapa faktor. Tapi kami terus berusaha melakukan pendekatan, pelatihan dan hal-hal lainnya,” ucap Siwi.
Dikatakannya berbagai bantuan maupun pelatihan di tahun depan juga masih ada. Untuk masalah disabilitas ini dikatakan Siwi perlu peran serta lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan masyarakat lainnya. Perbaikan-perbaikan akses maupun fasilitaspun terus diupayakan oleh Pemkab Gunungkidul, meski harus secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.