Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Ilustrasi tanah longsor/Okezone
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman terus bersiaga dan mengantisipasi bencana yang terjadi saat musim hujan. Berkaca pada peristiwa tanah longsor yang terjadi 2017, empat desa dipetakan dengan potensi longsor paling tinggi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, mengatakan hujan dengan intensitas lebat berpotensi memicu terjadinya tanah longsor. "Kami mengantisipasi bencana longsor di Prambanan, mengingat tahun lalu bencana longsor terjadi di wilayah perbukitan Prambanan. Secara khusus antisipasi dilakukan di empat desa," katanya, Minggu (2/12/2018).
Ia mengatakan empat desa yang berpotensi longsor masing-masing Desa Sumberharjo, Gayamharjo, Sambirejo, dan Wukirharjo. Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan antisipasi terjadinya longsor di Prambanan, BPBD memasang early warning system (EWS).
Makwan mengatakan EWS yang dipasang bakal menginformasikan pergerakan tanah. "Terakhir dicek kondisinya berfungsi," kata Makwan. Ia mengatakan di Sleman ada 30 EWS yang digunakan untuk mengantisipasi longsor.
Camat Prambanan, Eko Suhargono, mengatakan pemetaan dilakukan dalam mengantisipasi potensi longsor. "Mitigasi longsor di Prambanan sudah kami lakukan, kami sudah memetakan wilayah rawan longsor hingga tingkat dusun. Tim sukarelawan di Prambanan terus memantau dan menyampaikan imbauan serta pengarahan kepada masyarakat untuk selalu waspada," kata Eko, Minggu.
Eko mengatakan ada 13 dusun yang masuk pada potensi longsor tinggi di Prambanan, masing-masing di Desa Sumberharjo ada dua dusun yang masuk kawasan rawan, Desa Wukirharjo ada empat dusun, Desa Sambirejo ada tiga dusun, dan Desa Gayamharjo ada empat dusun yang berpotensi longsor.
"Saat ini baru ada dua tempat yang dipasang EWS. Jumlah itu belum mencukupi karena tidak menyeluruh memberikan data pergerakan tanah di tiap desa yang rawan," ucap Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Ruang digital DIY dinilai rentan hoaks, radikalisme, dan penipuan online. Literasi digital masyarakat masih tertinggal dari akses teknologi.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Mei 2026 di Wiladeg Karangmojo dan titik layanan lain untuk perpanjangan SIM A dan C.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.