RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi (kiri) memberikan bantuan kursi roda kepada salah satu penyandang disabilitas saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD), Srihardono, Pundong, Bantul, Senin (3/12/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 di DIY diperingati dengan senam massal dan pergelaran pentas seni yang dipusatkan di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD), Srihardono, Pundong, Bantul, Senin (3/12/2018). Dalam acara bertemakan Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas itu, ada ratusan penyandang disabilitas dari kabupaten dan kota yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut juga ada pembagian sebanyak 100 alat bantu difabel seperti kursi roda, tongkat, dan alat bantu jalan atau walker.
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat, Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Subroto mengatakan selain senam dan Pentas seni, rangkaian kegiatan peringatan HDI ke-57 itu di antaranya gelar wicara di sejumlah radio serta pameran hasil karya para difabel. Kegiatan itu, kata dia, terselenggara atas kolaborasi Dinsos DIY dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Bantul.
Sesuai dengan tema acara, kata Subroto, Pemda DIY berupaya untuk menciptakan kabupaten/kota yang ramah disabilitas. "Dari sisi regulasi saya rasa sudah cukup, hanya impelemntasinya yang perlu dipertajam," kata Subroto.
Berdasarkan hasil pendataan ada sekitar 29.530 penyandang disabilitas di DIY yang sebagian besar merupakan penyandang disabilitas fisik. Mereka berhak mendapatkan hak yang sama dengan warga lainnya, mulai dari akses layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan akses pekerjaan. ”Saya akui selama ini belum semua layanan publik dapat dikses semua oleh semua difabel,” ucap dia.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Untung Sukaryadi mengatakan para penyandang disabilitas meski kurang secara fisik namun memiliki cita-cita yang sama, memiliki semangat yang sama untuk membangun bangsa. Ia kagum banyak potensi yang sudah dieksplor teman-teman disabilitas.
Selain dalam bentuk karya yang bernilai, prestasi difabel di DIY juga cukup membanggakan. Salah satunya adalah tim khusus Difabel Siaga Bencana atau Difagana. Saat ini tim tersebut sedang membantu pemulihan korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.
"Difagana ini sudah terlatih, tiap ada bencana selalu dibutuhkn untuk ikut menngni pemulihn korban bencn," ujar Untung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Iran mengklaim menghancurkan tiga jet F-35 AS di Yordania dan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.