Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi (kiri) memberikan bantuan kursi roda kepada salah satu penyandang disabilitas saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD), Srihardono, Pundong, Bantul, Senin (3/12/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 di DIY diperingati dengan senam massal dan pergelaran pentas seni yang dipusatkan di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD), Srihardono, Pundong, Bantul, Senin (3/12/2018). Dalam acara bertemakan Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas itu, ada ratusan penyandang disabilitas dari kabupaten dan kota yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut juga ada pembagian sebanyak 100 alat bantu difabel seperti kursi roda, tongkat, dan alat bantu jalan atau walker.
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat, Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Subroto mengatakan selain senam dan Pentas seni, rangkaian kegiatan peringatan HDI ke-57 itu di antaranya gelar wicara di sejumlah radio serta pameran hasil karya para difabel. Kegiatan itu, kata dia, terselenggara atas kolaborasi Dinsos DIY dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Bantul.
Sesuai dengan tema acara, kata Subroto, Pemda DIY berupaya untuk menciptakan kabupaten/kota yang ramah disabilitas. "Dari sisi regulasi saya rasa sudah cukup, hanya impelemntasinya yang perlu dipertajam," kata Subroto.
Berdasarkan hasil pendataan ada sekitar 29.530 penyandang disabilitas di DIY yang sebagian besar merupakan penyandang disabilitas fisik. Mereka berhak mendapatkan hak yang sama dengan warga lainnya, mulai dari akses layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan akses pekerjaan. ”Saya akui selama ini belum semua layanan publik dapat dikses semua oleh semua difabel,” ucap dia.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Untung Sukaryadi mengatakan para penyandang disabilitas meski kurang secara fisik namun memiliki cita-cita yang sama, memiliki semangat yang sama untuk membangun bangsa. Ia kagum banyak potensi yang sudah dieksplor teman-teman disabilitas.
Selain dalam bentuk karya yang bernilai, prestasi difabel di DIY juga cukup membanggakan. Salah satunya adalah tim khusus Difabel Siaga Bencana atau Difagana. Saat ini tim tersebut sedang membantu pemulihan korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.
"Difagana ini sudah terlatih, tiap ada bencana selalu dibutuhkn untuk ikut menngni pemulihn korban bencn," ujar Untung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.