Persija vs Persib Hari Ini, Prediksi Skor dan Line Up
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Ilustrasi turis asing./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Jelajah wisata alam ke sejumlah destinasi wisata di DIY tetap akan jadi program Dinas Pariwisata (Dispar) DIY untuk menarik wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, jelajah wisata tersebut diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman).
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Aris Riyanta mengatakan event jelajah wisata masih jadi program tahun depan. Tujuannya untuk menarik wisatawan mengunjungi destinasi-destinasi wisata yang dikelola warga.
Dia mencontohkan jelajah alam kawasan Mangunan yang dilakukan Minggu (2/12) lalu. "Program jelajah alam seperti di Mangunan kemarin akan terus kami gelar tahun depan," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (4/12).
Dalam acara tersebut, puluhan pesepeda dari sekitar 20 komunitas berpartisipasi dalam Jelajah Alam Kawasan Mangunan Minggu (2/12). Kegiatan tersebut digelar Dispar DIY bekerja sama dengan Dispar Bantul dan Desa Wisata Kaki Langit Mangunan. Para peserta bersepeda dengan menempuh jarak 12 kilometer. "Kami memperkenalkan destinasi wisata Watu Mabur di kawasan Mangunan," katanya.
Meski begitu, diakui Aris jika event jelajah alam selama ini masih didominasi peserta lokal. Ke depan, program tersebut diharapkan bisa menggaet para wisman untuk lebih mengeksplorasi kekayaan alam dan budaya di DIY.
Terlebih tahun depan Dispar DIY telah menargetkan jumlah kunjungan wisman sebanyak 600.000 orang. "Jadi para pelaku wisata, semuanya, harus makin solid, smart dan speed dalam menangkap peluang," kata Aris.
Kepala Seksi Standardisasi Produk Dispar DIY Jufri mengatakan detinasi wisata Watu Mabur memiliki perpaduan serasi antara alam dan spot kekinian. Disebut Watu Mabur karena saat berada dekat tebing, pengunjung seolah-olah terbang.
"Kami berharap program Jelajah Alam ini dapat memajukan ekonomi masyarakat. Sebab di setiap event jelajah alam, seperti di Kawasan Mangunan, yang menyediakan makanan disini masyarakat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persija vs Persib tersaji di Liga 1 2026. Simak jadwal, line up, head to head, dan prediksi skor laga panas ini.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.