Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, JOGJA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memasang satu paket piranti canggih pendeteksi longsor pada tiga desa di Kabupaten Bantul untuk mengantisipasi potensi longsor selama musim hujan.
"Pemasangan itu dilakukan saat ini, karena harganya juga mahal sehingga baru sebagai percontohan dulu," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD DIY, Danang Samsurizal di Jogja, Minggu (9/12/2018).
Menurutnya satu paket piranti canggih pendeteksi gerakan tanah itu terdiri atas inklinometer yang berfungsi mengukur kemiringan bidang tanah, ekstensometer untuk mendeteksi pergerakan tanah, serta Soil Moistur untuk mengukur kelembaban atau kadar air pada tanah.
Ia menyebutkan hasil analisis potensi longsor itu dapat dipantau setiap saat melalui telepon pintar atau gawai.
"Hasil pemantauan akan dikombinasikan melalui rumus robotik yang akan menyimpulkan seberapa mengancam potensi longsornya. Kami juga dapat membunyikan sirine melalui gawai dari sini [Kantor BPBD DIY]," jelasnya.
Lokasi pemasangan alat itu yakni Desa Selopamioro, Wonolelo (Kecamatan Imogiri), dan Srimanganti (Kecamatan Piyungan) Kabupaten Bantul.
Ia mengemukakan pemasangan alat itu baru percontohan. Ke depan alat itu ditargetkan dapat dipasang pada 16 kecamatan di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, Sleman, dan Kulon Progo di DIY yang dinilai memiliki risiko tinggi tanah longsor selama musim hujan.
Berdasarkan pemetaan BPBD, kecamatan berisiko tinggi longsor meliputi Kecamatan Dlingo, Imogiri, Pleret, serta Piyungan (Bantul), Patuk Gedang Sari, Ngawen, Nglipar, Semin, Ponjong (Gunung Kidul), Kokap, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang (Kulon Progo), serta Prambanan (Sleman).
Danang mengatakan BPBD memetakan tingkat kerawanan longsor tersebut mengacu pada zona kawasan yang berpotensi mengalami gerakan tanah di DIY yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2018.
PVMBG mendata 64 kecamatan di DIY terindentifikasi memiliki potensi gerakan tanah, mulai dari level menengah sampai tinggi.
Ia mengimbau warga mewaspadai tanda-tanda risiko tanah longsor seperti retakan tanah di lereng atau pinggiran sungai, sumber mata air baru, serta suara gemuruh.
"Apabila menemukan tanda-tanda, itu masyarakat bisa melaporkan kepada tim reaksi cepat (TRC) atau relawan setempat," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.