Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (kanan) saat menerima penghargaan Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2018 di JW Marriott Hotel, Jakarta, Kamis (13/12/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA- Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti angkat bicara soal kasus pemotongan salib nisan makam Almarhum Albertus Slamet Sugihardi di TPU Jambon, Purbayan, Kotagede, Jogja karena warga setempat tak berkenan dengan adanya simbol kristiani.
Seperti diketahui, kasus ini kemudian viral ke media sosial dan menuai kecaman publik karena dianggap sebagai praktik intoleransi yang mencoreng citra Jogja.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengaku sudah menggali persoalan secara utuh yang terjadi di Purbayan, Kotagede. Menurutnya, hubungan sosial masyarakat di sana sebetulnya terjalin dengan baik.
Namun ia justru menuding pemberitaan yang menyebabkan kasus tersebut viral di media.
"Kotagede sebetulnya tidak terjadi apa-apa, tetapi pemberitaan di luar wilayah justru menjadi tinggi tensinya. Sekarang semuanya sudah selesai," katanya, Kamis (20/12/2018).
Seperti diberitakan sebelumnya, warga memotong salib pada nisan milik Almarhum Albertus Slamet Sugihardi di TPU Jambon, Purbayan, Kotagede karena dianggap sebagai simbol kristiani. Warga sekitar enggan memberi komentar pascakejadian ini viral di media massa. Di media sosial, publik mengecam praktik intoleransi yang dinilai mencoreng citra Kota Jogja tersebut.
Warga berdalih, pemotongan salib pada nisan almarhum sudah berdasarkan kesepakatan dengan keluarga almarhum. Pasalnya, mayoritas penghuni makam tersebut merupakan warga muslim sehingga warga tak berkenan ada simbol kristiani seperti salib. Tak hanya itu, alasan lainnya warga ingin menjadikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) itu menjadi permakaman khusus warga muslim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.