Listrik Padam Mulai Pukul 10.00 WIB: Sleman, Bantul, dan Kota Jogja
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Petugas Ditpamobvit Polda DIY memeriksa tas milik umat yang akan mengikuti misa, dengan dimasukkan ke dalam alat pendeteksi X-Ray di Gereja St Antonius Kotabaru dalam Misa Natal II, Senin (24/12/2018) malam. /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA - Sekitar 5.000 umat kristiani mengikuti misa natal pertama dengan khidmat di Gereja Santo Antonius Kotabaru, Yogyakarta, Senin (24/12/2018) sore. Perayaan Natal di Gereja ini mengangkat tema umum Hadir-Mu Memanggilku untuk Mewujudkan Kebaikan Bersama.
Dalam misa umum pertama yang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB dipimpin oleh Rm. Macarius Maharsono Sj. Aparat kepolisian bersama TNI turut mengamankan jalannya misa Natal di Gereja ini.
Umat yang akan masuk gereja harus melewat pintu khusus, bagi yang membawa tas lebih dahulu diperiksa dengan dimasukkan ke dalam alat pendeteksi x-ray milik Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIY.
Ketua Umum Panitia Natal 2018 Gereja St. Antonius Kotabaru Yogyakarta Devan Axel Wibowo menjelaskan dalam tema natal 2018 ini ada lima pesan yang ingin disampaikan kepada umat. Antara lain mewujudkan kebaikan sebagai pribadi, bahwa kebaikan yang dibawa oleh Bayi Yesus sebaiknya ditanamkan sebagai kesadaran pribadi yang menjadi aksi nyata dalam tindakan benar.
Kemudian mewujudkan kebaikan dalam keluarga, yang berarti momentum natal menjadi ajakan bagi setiap anggota keluarga untuk berjuang menjaga keutuhan dan keberlangsungannya.
"Kemudian pesan selanjutnya mewujudkan kebaikan dalam masyarakat yang berbhinneka," ucapnya saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Misa Natal, Senin (24/12/2018) sore.
Axel menjelaskan perbedaan dalam hidup bermasyarakat adalah hal yang tidak bisa dielakkan. Tetapi toleransi, solidaritas bisa menjadi perekat yang mengarah pada harmoni. Oleh karena itu, umat kristiani diajak memupuk budaya srawung, gotong royong serta adab santun dalam mensikapi perbedaan gagasan maupun pilihan.
Sedangkan pesan selanjutnya, kata Axel, mewujudkan kebaikan dalam lingkup berbangsa dan bernegara. Pesan itu bermakna umat kristiani mendukung gerak bangsa termasuk keberlangsungan negara sesuai dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Terakhir adalah mewujudkan kebaikan bagi alam dan lingkungan hidup, pesan ini menekankan pentingnya merawat bumi sebagai tempat tinggal bersama.
"Faktanya Indonesia masih menjadi kontributor sampah plastik terbesar kedua di dunia, kami berusaha menggugah kesadaran umat akan besarnya potensi manfaat dari material plastik diiringi potensi polusinya yang berbahaya jika tidak dikelola dengan bijak," katanya.
Selain pukul 17.00 WIB, Misa Natal di Gereja St Antonius Kotabaru juga digelar untuk umum pada pukul 20.00 WIB yang dipimpin oleh Rm. Antonius Padua Danang SJ serta pukul 23.00 WIB yang dipimpin oleh Rm. Agustinus Winaryanta.
Sedangkan pada Selasa (25/12/2018), Misa Natal dihelat pukul 06.30 WIB dipimpin oleh Rm. Agustinus Winaryanta, pukul 08.30 WIB oleh Rm. Antonius Padua Danang. SJ dan pukul 17.00 WIB dipimpin oleh Rm. Mario Tomi Subardjo.
"Untuk misa pertama hari ini [24 Desember 2018] yang misa pertama diikuti sekitar 5.000 umat, kemudian misa kedua sekitar 4.000 umat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.
Apple Shortcuts di iOS bisa digunakan untuk melacak iPhone hilang lewat foto dan lokasi otomatis sebagai lapisan keamanan tambahan.
“Restorasi Gumuk Pasir menjadi salah satu program unggulan dalam penataan kawasan wisata pantai selatan,"
Sarwendah bantah keras fitnah ikut pesugihan di Gunung Kawi. Kuasa hukum sebut itu murni syuting horor dan bidik konten video Pesulap Merah.
Konsep halal tidak cukup dipahami sebatas label pada kemasan produk. Kehalalan harus dibangun dari niat dan kesadaran pelaku usaha.