Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Sejumlah ibu-ibu mengikuti pelatihan produksi telur asin di Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (27/12/2018)./Ist-Dok Panitia
Harianjogja.com, JOGJA-Sejumlah ibu-ibu bertekad menjadikan telur asin sebagai oleh-oleh khas Jogja. Pelatihan pembuatan telur asin diikuti puluhan ibu rumah tangga digelar di Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (27/12/2018).
Koordinator Pelatihan Produksi Telur Asin Endang Rukmini menjelaskan ide pembuatan telur asin sebagai oleh-oleh khas Jogja itu berawal dari banyaknya permintaan telur tak terkecuali telur asin yang pernah ditekuninya. Ia menyadari, telur asin menjadi salah satu khas Brebes, namun melalui pelatihan itu para ibu-ibu diberikan beragam strategi membuat telur asin dengan hasil yang berbeda dari pasaran. Salah satunya dengan menggunakan tanah liat sebagai bahan pembungkus telur.
"Kalau memang rasanya lebih enak, kenapa tidak kita boomingkan saja, sehingga nanti bisa menjadi oleh-oleh khas Jogja selain bakpia dan gudeg, tentu dengan rasa yang berbeda," terangnya dalam rilis kepada Harianjogja.com, Jumat (28/12/2018).
Sebanya 80 ibu-ibu rumah tangga dalam pelatihan itu diberikan materi dan sekaligus praktik membuat telur asin dengan cara yang tepat, cepat dan hasil yang bagus. Ia meyakini, para ibu tersebut bisa mempraktikkannya di rumah. Harapannya, mereka ikut memproduksi telur asin kemudian dijual di pasaran sehingga dapat turut menopang perekonomian keluarga.
Proses pengumpulan ibu-ibu tersebut hanya melalui medsos yang ia sebar, ternyata antusiasme ibu rumah tangga sangat tinggi sehingga banyak yang datang. Hingga kemudian mendapat dukungan dari One Kota/Kabupaten One Center for Enterpreneurship (OKE OCE) Prasasti.
"Pelatihan ini aka digelar di kabupaten atau kota lainnya di DIY, khusus untuk ibu rumah tangga," katanya.
Pelatihan itu menjadi langkah nyata dalam membuka lapangan kerja pada sektor UMKM dengan menumbuhkan wirausaha baru. Pendampingan akan diberikan dari produksi, pemasaran hingga sertifikasi produk kepada peserta yang secara serius akan terjun langsung di dunia usaha setelah mendapatkan pelatihan. Pendampingan saat ini sudah berjalan di 10 provinsi di Indonesia.
"Kami menargetkan dengan pelatihan itu diharapkan bisa menciptakan pengusaha baru yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian mikro di DIY dan Jawa Tengah ini," ujarnya.
Ia menambahkan pelatihan serupa digelar di seluruh kabupaten dan kota di DIY sebagai sentra wirausaha yang didampingi OKE OCE. "Kami berharap di Jogja ini hasilnya ke depan lebih baik karena peserta besar antusiasnya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.