Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi e-rapor/Ist-Kemendikbud
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terus melakukan inovasi dalam proses kegiatan belajar mengajar. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam penerimaan rapor bagi peserta didik.
Kendati demikian, penggunaan e-rapor di Gunungkidul belum menjadi kewajiban bagi setiap sekolah. Oleh karenanya, disdikpora masih membebaskan sekolah memberikan rapor secara konvensional maupun dengan program e-rapor.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, penerapan e-rapor merupakan salah satu inovasi di bidang pendidikan yang pada saat sekarang mulai diterapkan di sekolah. Menurut dia, di Gunungkidul sudah ada beberapa sekolah yang menggunakan, tapi secara umum masih banyak yang menyerahkan hasil studi siswa dengan cara konvensional.
“Ini masih rintisan dan kedepan semua sekolah harus memanfaatkan. Tapi, untuk sekarang belum ada kewajiban menggunakan,” kata Bahron kepada wartawan, Jumat (4/1/2018).
Disinggung mengenai kesiapan sekolah untuk menerapkan e-rapor, Bahron mengaku tidak ada masalah. Sebagai buktinya untuk ujian di tingkat SMP, seluruh sekolah di Gunungkidul sudah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer.
Dia menjelaskan, penggunaaan teknologi dalam penerimaan rapor memiliki banyak manfaat. Salah satunya penerimaan bisa diakses melalui e-rapor sehingga proses bisa menjadi lebih simpel. Meski demikian, sambung Bahron, penerimaan dengan cara mengundang wali murid ke sekolah juga memiliki keunggulan. Yakni adanya interaksi antara wali murid dengan guru bekaitan dengan perkembangan anak secara lebih intens.
“Masing-masing ada keunggulan dan tidak perlu dipersoalkan. Bagi sekolah yang ingin memanfaatkan e-rapor silahkan, tapi kalau belum juga bukan menjadi masalah,” kata mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah ini.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Wahyu Pradana Ade Putra mengatakan, penerapan e-rapor merupakan pemanfaatan teknologi informasi untuk mempermudah dalam proses pembelajaran. Ia pun tidak mempermasalahkan adanya kebijakan dari disdikpora dalam pemanfaatan tersebut.
Pasalnya, bagi Ade, yang terpenting disdikpora terus konsen dan fokus untuk meningkatkan mutu pendidikan di Gunungkidul. “Dibadingkan dengan daerah lain di DIY, Gunungkidul masih butuh peningkatan agar bisa bersaing. Jadi disdikpora harus terus melakukan inovasi agar mutu pendidikan bisa ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.