Merapi Muntahkan Lava 1,2 Kilometer,Terpanjang Sejak 2018

Sunartono
Sunartono Minggu, 06 Januari 2019 07:50 WIB
Merapi Muntahkan Lava 1,2 Kilometer,Terpanjang Sejak 2018

Guguran lava pijar gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (29/12/2018) dini hari. Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), pada Sabtu pukul 00.13 WIB terjadi guguran lava pijar Gunung Merapi dengan jarak luncur 400 meter ke arah hulu Kali Gendol./Antara-Aloysius Jarot Nugroho

Harianjogja.com, JOGJA - Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava sejauh 1,2 kilometer yang mengarah ke hulu Sungai Gendol, Jumat (4/1/2019) malam. Luncuran lava sejauh 1,2 km ini merupakan terpanjang sejak terjadinya peningkatan aktivitas merapi akhir-akhir ini.

Guguran lava itu terjadi pada pukul 21.01 WIB, Jumat (4/1/2019) malam dengan durasi sekitar 150 detik dengan jarak luncuran sejauh 1,2 kilometer dan amplitudo 70 mm. Kasi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Agus Budi Santoso mengakui jarak luncuran sejauh 1,2 km itu merupakan terpanjang sejak terjadinya peningkatan aktivitas merapi akhir-akhir ini.

Pada 21 Desember 2018 lalu, kata dia, juga terjadi luncuran guguran lava cukup jauh, namun hanya mencapai satu kilometer dari puncak Merapi. "Memang untuk jarak luncuran ini [4 Januari 2019] termasuk paling panjang karena pada Desember [2018] lalu hanya satu kilometer," terangnya, Sabtu (5/1/2019).

Ia menambahkan baik guguran lava pada Desember 2018 yang mencapai satu kilometer maupun yang terjadi pada Jumat (4/1/2019) malam, sama-sama mengarah ke hulu Sungai Gendol. Budi mengatakan setiap luncuran dengan jarak sekitar satu kilometer seringkali mengarah ke Gendol. "Kalau jaraknya sekian itu selalu ke Gendol karena kalau sisi-sisi yang lain masih ada tebing dan kawah," ujarnya.

Adapun volume material yang diluncurkan biasanya mencapai 1.500 meter kubik. Luncuran yang terjadi kemarin diperkirakan tidak sampai 3.000 meter kubik material yang dimuntahkan. Besarnya material yang dikeluarkan itu tergantung laju ekstrusi magma.

Ia menambahkan muntahan itu berupa material magma berupa batuan dan pasir. Bisa jadi berasal dari runtuhan kubah lava atau aliran lava langsung dari dalam kawah. "[Material runtuhan] Kadang [berupa] runtuhan dari kubah lava yang bertengger di atas itu tetap kadang juga magma langsung dari dalam jadi lebih encer," ucapnya.

Budi menegaskan meski merapi terus mengalami peningkatan aktivitas namun BPPTKG belum menaikkan statusnya. Hingga saat ini merapi masih dalam posisi waspada. "Aktivitas kubahnya memang tidak menurun, justru menunjukkan peningkatan dengan adanya guguran-guguran yang semakin tinggi. Kalau untuk aktivitasnya selain ditentukan berdasarkan aktivitas vulkanik juga ancaman bahayanya. Tetapi sampai saat ini ancaman bahayanya belum berubah masih sama, radius tiga kilometer harua dikosongkan dari aktivitas penduduk," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online