Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Ilustrasi pencarian korban kecelakaan laut di Parangtritis./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak empat wisatawan asal Karanganyar terseret ombak saat sedang mandi di Pantai Parangtritis, Minggu (6/1/2019) siang. Tiga orang dapat diselamatkan namun satu lainnya hingga Minggu sore masih dalam pencarian.
Tiga orang yang diselamatkan Tim Satuan Perlindungan Masyarakat Rescue Istimewa Wilayah Operasi III Parangtritis-Depok adalah Malik Sadikin Nugroho, 25, Saryono, 20, dan Bambang Irawan, 18, "Korban atas nama Rohmad Tri Prasetya masih dalam pencarian," kata Koordinator SAR Bantul, Arief Nugroho, Minggu.
Arief menatakan keempat korban merupakan rombongan satu bus dari Karanganyar untuk berlibur. Mereka mandi di laut, di sekitar area palung. Petugas SAR yang berjaga di lokasi sempat meningatkan kepada para korban untuk tidak terlalu ketengan, namun imbauan petugas itu tidak diindahkan oleh korban.
Korban Malik Sadikin dan Saryono dapat dievakuasi menggunakan pelampung dan papan surving. Sementara Bambang Irawan sempat terbawa arus dan terombang ambing di tengah laut sehingga prose evakuasi harus menggunakan kapal."Sampai sekarang petugas masih mencari satu korban lagi," ucap Arief.
Koordinator SAR Parangtritis Ali Sutanto menambahkan pihaknya sudah mengerahkan sebanyak 61 petugas SAR untuk mencari korban. Ia menduga korban masih berada di sekitaran lokasi tenggelam. Artinya belum terlalu jauh terbawa arus.
Proses pencarian korban juga menggunakan alat penjaring ikan. "Kami susuri dari jalur darat laut, dan jaring di sekitar pantai. Biasanya kalau dibawah 24 jam kemungkinan masih di sekitar lokasi," ujar Ali.
Lebih lanjut Ali mengatakan pada Minggu ini pengunjung Parangtritis memang terlihat ramai. Banyak pengunjung yang mandi di laut meski petugas sering mengingatkan agar tidak terlalu ke tenah. Sebab ketingian air laut saat ini sedang pasang antara 2,5-3 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.