Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS)./ Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – KPU Gunungkidul akan mengubah target partisipasi pemilih dari 77,5% menjadi 80%. Guna mencapai target ini sosialisasi penyelenggaraan pemilu terus dilakukan sehingga masyarakat tahu dan mau menggunakan hak pilihnya pada saat pencoblosan berlangsung.
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, jika mengacu pada rencana strategis (renstra) KPU 2015-2019, partisipasi pemilu 2019 ditargetkan sebesar 77,5%. Namun demikian, seiring dengan perubahan perencanaan program, target partisipasi akan dinaikan menjadi 80%.
"Renstra baru sudah kami susun. Salah satunya penetapan partisiasi pemilih baru sebesar 80%. Rencananya program kerja ini kami plenokan di akhir bulan,” kata Hani kepada wartawan, Kamis (10/1/2019).
Menurut dia, target baru lebih tinggi dari target nasional yang hanya menetapkan partisipasi sebesar 77,5%. Ia menjelaskan, target di Gunungkidul lebih tinggi daerah juga tidak lepas dari antusiasme warga menggunakan hak pilih. Sebagai gambaran di Pemilu 2014, warga yang mencoblos mencapai 78%.
Guna mencapai target ini, Hani akan terus berupaya melakukan sosialisasi ke masyarakat. Selain itu, untuk mengoptimalkan KPU dalam sosialiasi juga membentuk relawan demokrasi. “Untuk metode sosialisasi dilakukan secara langsung maupun pendekatan melalui atraksi seni dan budaya,” katanya.
Lebih jauh diungkapkan Hani, untuk penyelenggaraan Pemilu 2019, KPU Gunungkidul mendapatkan alokasi sekitar Rp33 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk sosialisaisi, pemungutan suara, pengadaan distribusi logistik hingga honor penyelenggara pemilu.
“DIPA-nya sudah ada, tapi kami masih menunggu juknis untuk penggunaan anggaran,” katanya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan, pihaknya siap mendukung KPU dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih. Salah satunya dengan menggelar sosialisasi pendidikan pemilih ke masyarakat maupun kalangan pelajar.
“Tugas penyelenggaraan pemilu berada di KPU, tapi sesuai dengan ketugasan, kami siap memberikan dukungan untuk upaya peningkatan partisipasi pemilih melalui sosialisasi,” kata Wahyu.
Menurut dia, sosialisasi untuk peningkatan partisipasi pemilih yang dilaksanakan Kesbangpol tidak hanya untuk Pemilu 2019 karena juga menyangkut gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020. “Jadi sosialisasi yang kami lakukan tidak hanya untuk pemilu, tapi pilkada juga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.
Imigrasi Parepare mendeportasi WN Malaysia yang overstay 101 hari melalui jalur laut dari Parepare-Nunukan menuju Tawau.
RAPBN 2027 menargetkan pendapatan Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit dipersempit menjadi 2,4% terhadap PDB.
Gempa M7,7 mengguncang Flores dan terasa kuat di Sikka. Bupati Sikka meminta warga tenang serta waspada terhadap potensi tsunami.
Harga buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian turun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Cek harga berdasarkan berat emas.