Duh, Lagi-Lagi Sanksi Jukir Nakal Terlalu Ringan

Ilustrasi razia parkir liar. - Harian Jogja/Desi Suryanto
10 Januari 2019 14:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Vonis denda ringan kembali diberikan kepada juru parkir (jukir) yang terbukti menaikkan tarif dan melanggar ketentuan Perda pada musim liburan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu. Oleh pengadilan, sebanyak tiga jukir nakal itu hanya divonis denda masing-masing sebesar Rp100.000.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Jogja Imanudin Aziz menyayangkan masih rendahnya sanksi denda yang diterima para jukir nakal itu. Padahal akibat ulah mereka, citra Jogja sebagai Kota Wisata jelas terancam di mata para pelancong.

Menurut dia, rendahnya sanksi denda itu sangat tidak memberikan efek jera. Terlebih, salah satu dari tiga jukir nakal yang disidang tersebut, sudah pernah diajukan ke pengadilan dalam kasus yang sama. "Ketiga oknum jukir yang melanggar peraturan langsung kami ajukan tindak pidana ringan (tipiring). Ternyata sanksi yang dijatuhkan masih terbilang rendah," katanya, Rabu (9/1/2018).

Dia berharap agar majelis hakim bisa memberikan vonis yang lebih berat kepada oknum yang melakukan pelanggaran lebih dari sekali atau melakukan kesalahan berulang-ulang. "Kami melihat sanksi yang diberikan ke oknum itu pun sama dengan dua orang lainnya yang baru pertama kali melakukan pelanggaran," katanya.

Jika ada pembedaan vonis bagi oknum yang berkali-kali melakukan pelanggaran, Aziz meyakini hal itu bisa berdampak positif bagi oknum lainnya. Dengan begitu, pelanggaran tarif pada masa mendatang diharapkan tidak terjadi lagi.

"Kami oknum yang berulangkali disanksi lebih berat, tentu ada nilai edukasi dan memunculkan efek jera. Kami tetap menghormati keputusan pengadilan. Harapan kami memang setiap sanksi bisa memunculkan efek jera. Apalagi pelanggaran parkir ini kan ancamannya bisa sampai jutaan rupiah," ujar dia.

Kendati sanksi dinilai masih ringan, namun Dishub tidak menyurutkan aksi penertiban terhadap pelanggaran parkir. Sepanjang 2018 lalu, pihaknya mampu menjaring 33 oknum jukir yang terbukti melanggar.

Mereka, kata Aziz, diajukan ke pengadilan dalam kasus tipiring. Dari jumlah tersebut, tiga oknum ditertibkan selama libur akhir tahun, 22 orang terjaring selama musim Lebaran dan delapan orang dalam penertiban insidental.

Dia mengatakan dalam kondisi biasa atau selain hari libur pihaknya juga akan tetap patroli. Terutama menyasar lokasi larangan parkir yang rawan dimanfaatkan penitipan kendaraan oleh oknum tidak bertanggung jawab. "Kalau ada laporan dari masyarakat, sebisa mungkin saat itu juga akan kami ditindaklanjuti," katanya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan jumlah kasus pelanggaran tarif parkir selama musim libur akhir tahun kemarin menurun dijilat dibandingkan musim liburan sebelumnya. Selain karena Pemkot sudah mengantisipasi dengan mengingatkan petugas parkir, Pemkot juga menyediakan banyak kanal untuk pengaduan.

Salah satunya melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). "Kami juga mengerahkan petugas langsung di lapangan," kata Heroe.