Bagaimana Rasanya Belajar Budaya di Tiongkok?

Para peserta study tour dari Jogja berfoto bersama di Tembok Besar China, Desember 2018. - Ist./BKPBT
10 Januari 2019 12:32 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Belajar kebudayaan Tiongkok dapat dilakukan salah satunya dengan mengikuti study tour ke negeri Tiongkok. Dengan melihat secara langsung, seseorang lebih dapat meresapi dan memahami unsur-unsur kebudayaan yang ada di dalamnya.

Aktivis Tionghoa Jogja sekaligus Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) Jogja Jimmy Sutanto mengatakan study tour ke Tiongkok bisa bermanfaat bagi anak muda untuk dapat mengenal negeri tirai bambu itu secara langsung. "Manfaatnya dapat menimbulkan motivasi belajar bahasa Mandarin lebih dalam, bahkan tertarik untuk lanjut kuliah di Tiongkok mengingat saat ini tersedia berbagai beasiswa untuk bisa kuliah di Tiongkok," katanya dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (8/1).

Studi tour ke Tiongkok sudah menjadi agenda tahunan BKPBT DIY bekerja sama dengan Paguyuban Warga Tionghoa (PWT) Bhakti Putra (BP) Yogyakarta. Kegiatan wisata mengangkat tema Root Seeking.

Pada 2012 dan 2013, study tour dilakukan ke Provinsi Hunan, 2014 ke Guangdong dan Chongqing, 2015 ke Jiangxi, 2016 ke Fujian dan Jilin, sedangkan 2017 ke Beijing dan Heilongjiang. "2018 Merupakan ulangan dari rute 2017, pelaksana adalah Beijing Chinese Language and Culture College [BLCC]," katanya.

Tour 2018 sudah berangkat pada 16 Desember 2018 melalui Singapura dan pada 17 Desember, rombongan yang berjumlah 20 peserta tiba di Beijing.

Selama tujuh hari di BLCC, mereka melakukan kegiatan belajar Bahasa Mandarin, seni tali simpul, seni lukis tradisional Tiongkok, dan membuat pangsit ala Tiongkok. Mereka juga mengunjungi objet wisata di Beijing seperti Istana Terlarang, Summer Palace, Great Wall, dan Tempel of Heaven. Anak-anak juga dibawa ke pedestrian ternama di Beijing yakni Wangfujing dan Kebun Binatang Beijing untuk melihat Panda.

Rombongan dari Jogja beserta rombongan lain dari Indonesia dan New Zealand sejumlah 120 orang juga mendapat kesempatan naik kereta ke Kota Harbin Propinsi Heilongjiang. Di sana, mereka bermain salju dan es termasuk belajar ski dengan suhu minus 20 derajat. Di Heilongjiang, peserta juga menyaksikan Snow and Ice World dengan berbagai pahatan es dan salju yang sangat terkenal di Dunia.

Root Seeking study tour mendapat subsidi dari organisasi semipemerintah Tiongkok yakni Overseas Chineses Exchanga Asosiation sehingga peserta tidak perlu membayar akomodasi selama di Beijing. Peserta dari kalangan pelajar cukup membayar tiket pesewat pulang pergi Jogja-Beijing, Visa dan biaya tour enam hari di Heilongjiang.