Rute Trans Jogja 2026 Lengkap, Tarif Murah & Cashless
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Ilustrasi pembangunan jalan/Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA- Pembangunan jalur kelok 18 di perbatasan Bantul dan Gunungkidul dipastikan dibangun pada 2020. Hanya saja proses persiapan tetap dilakukan mulai tahun ini.
Kepala Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) DIY Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Joko Satrio mengatakan proyek pembangunan jalan kelok 18 sejatinya menjadi salah satu program strategis nasional (PSN) yang rencananya dilaksanakan tahun ini. Hanya saja, karena di wilayah DIY juga ada PSN lain yang sedang dikerjakan, maka pelaksanaannya diundur pada 2020 mendangkan.
"Proyek pembangunan kelok 18 masih menjadi prioritas. Hanya saja ada PSN lainnya yang mendesak untuk diselesaikan," katanya saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (14/1/2019).
Dia menyebutkan PSN yang saat ini sedang dibangun dan harus diselesaikan seperti bandara NYIA, pembangunan underpass di Kulonprogo untuk mendukung keberadaan bandara NYIA, penyelesaian JJLS hingga pembangunan underpass Kentungan. Belum lagi proyek-proyek pengerjaan jalan lainnya di sisi Selatan Jogja yang menghubungkan Bantul dan Gunungkidul. "Jadi alokasi dananya ke sana dulu. Tetapi proses persiapan pembangunan proyek jalan kelok 18 tetap kami jalankan, mulai desian hingga kelengkapan lainnya," ujar Joko.
Selain pematangan desain yang dilakukan tahun ini, pihaknya juga menyelesaikan konsep rencana penanggungulangan bencana (RPB) dan proses persiapan lainnya akan diselesaikan tahun ini.
Proyek kelok 18 tersebut, lanjut Joko, diperkirakan proyek multiyears atau tahun jamak tersebut menelan biaya Rp280 miliar. Adapun waktu pengerjaan jalan kelok 18 ditargetkan selesai dalam waktu 20 bulan. "Jadi hampir dua tahun dikerjakan. Karena tahun ini terlalu ramai [banyak proyek PSN] kami ajukan pengerjaannya tahun depan," katanya.
Dia optimistis, desain jalan kelok 18 yang disiapkan tidak akan berubah alias disetujui oleh Pusat. Dari desain yang diajukan, kata Joko, jalan kelok 18 hanya memiliki tiga jembatan penghubung. Ketika juga tersebut masing-masing berada di kilometer satu, kilometer 3,2 dan kilometer 3,7. "Untuk desain sebenarnya sudah final. Saat ini tinggal penghitungan biaya, semua proses itu selesai pertengahan tahun ini," katanya.
Asisten Program Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah DIY Yuli Nur Wahyu mengatakan jika dana proyek sudah masuk dalam daftar DIPA tahun ini. Hanya saja, kepastian pelaksanaannya masih menunggu keputusan dari pusat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.
Operasi gabungan di Bantul mengamankan 2.060 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di Pleret dan Banguntapan.
Komisi Yudisial memantau sidang dugaan pembunuhan mahasiswi di Pantai Nipah, NTB, untuk memastikan hakim menjalankan kode etik.