Rekso Waris DIY, Santunan BPJamsostek Disulap Jadi Modal Usaha
BPJS Ketenagakerjaan DIY dorong ahli waris mandiri lewat Rekso Waris dan pelatihan bisnis online Shopee.
Foto terjadinya guguran kubah lava dari Kaliadem, Sabtu (29/12/2018)./Ist- Gitsayanto via Twitter BPPTKG
Harianjogja.com, JOGJA--Meskipun berkali-kali Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja menegaskan jika saat ini pertumbuhan kubah masih lambat.
Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan sampai saat ini tidak ada perubahan aktivitas yang signifikan meskipun guguran lava pijar Gunung Merapi sering terjadi belakangan ini. Kondisi tersebut juga tidak mengubah status Merapi pada level II (waspada).
"Ya memang karena masih ada aktivitas di atas normal, maka status Merapi masih waspada," jelasnya kepada Harian Jogja, Senin (21/1/2019).
Status tersebut, lanjut Hanik, dasarnya bukan pada letusannya tetapi pada potensi bahaya dan ancamannya. Hal itu perlu dipahami oleh masyarakat. Guguran yang terjadi di Merapi juga tidak selalu terjadi setiap hari. Guguran yang terjadi juga tidak selalu berupa lava pijar. Aktivitas guguran tersebut merupakan fenomena biasa akibat pertumbuhan kubah lava.
Pihaknya menilai jumlah guguran yang terjadi setiap hari antara 30 hingga 50 kali. Jumlah tersebut masih rendah jika dibandingkan erupsi 2010 di mana jumlah guguran tercatat ratusan kali dalam sehari. Erupsi Merapi saat ini belum bisa dipastikan.
"Yang pasti saat ini terjadi erupsi efusif dengan ditandai pertumbuhan kubah lava dan sampai saat ini kubah lava masih tumbuh dengan kecepatan tumbuh yang rendah," kata Hanik.
Sekadar diketahui, berdasarkan Laporan Kegempaan Merapi per tanggal 20 Januari 2019 tercatat 35 kejadian. Rinciannya guguran terjadi sebanyak 28 kali, hembusan empat kali, low frekuensi, tektonik lokal dan tektonik jauh masing-masing sekali. Adapun aktivitas Merapi hingga Senin (21/1) pagi terjadi 10 kali guguran 10 kali dengan durasi 12-48 detik.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara mengatakan jalur evakuasi sudah disiapkan termasuk juga barak pengungsian jika sewaktu-waktu ada perubahan status gunung Merapi. "Itu sudah menjadi kebijakan Pemda dan SOP dalam evakuasi bila terjadi hal-hal yang perlu direspon dengan evakuasi," katanya.
Sampai saat ini, lanjut Biwara, kubah lava masih stabil dan pertumbuhannya juga rendah. Dengan status waspada yang ditetapkan, maka rekomendasi yang diberikan masih sama alias tidak berubah. Aktivitas masyarakat tidak boleh dilakukan di area 3km dari puncak gunung. "Tentu upaya meningkatkan kewaspadaan terus ditingkatkan, termasuk mengkondisikan masyarakat yang ada di kawasan KRB III," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan DIY dorong ahli waris mandiri lewat Rekso Waris dan pelatihan bisnis online Shopee.
Seorang satpam ditemukan meninggal di pos jaga perumahan di Kasihan, Bantul. Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 3 Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, Drive Thru, SIM MAMI, dan syarat perpanjangan SIM.
Evaluasi Kemendikdasmen menunjukkan 98 persen siswa lebih memahami materi berkat Papan Interaktif Digital dalam pembelajaran.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini, Jumat 3 Juli 2026, cerah di seluruh wilayah. Suhu Kota Jogja mencapai 31 derajat Celsius.
Jadwal SIM Keliling Sleman Jumat 3 Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, tanggal, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.