Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Rumah terancam longsor akibat abrasi di bantaran Sungai Oya di Desa Sriharjo, Imogiri, Senin (25/6/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi selama dua hari, Senin-Selasa (21-22/1/2019) lalu mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah lokasi di Bantul. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun lokasi longsor berpotensi melebar dan mengancam rumah.
"Selama 21 Januari ada 10 kejadian, sembilan di antaranya pohon tumbang dan satu kejadian pergerakan tanah. Selama 22 Januari ada delapan kejadian, empat kejadian di antaranya pergerakan tanah, dan sisanya pohon tumbang," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Aka Luk Luk, Rabu (23/1/2019).
Aka mengatakan selama dua hari itu total ada lima lokasi longsor yang didalamnya termasuk tanah ambles dan talut ambrol, yakni di Mojosari, Srimartani, Piyungan; Kedungbuweng, Wukirsari, Imoiri; Nlingseng, Muntuk, Dlingo; Kedungjati, Selopamioro, Imogiri; dan Wunut, Sriharjo, Imogiri.
Dari lima lokasi longsor, kata Aka, dua lokasi yang cukup parah, yakni di Mojosari, Srimartani, Piyungan. Longsor di lokasi tersebut talut setingi sembilan meter dan panjang 12 meter. Longsor tersebut juga mengancam dua rumah yang ditempati satu keluarga Solikhin.
Sementara di Wunut, Sriharjo, Imogiri talut ambrol sepanjang sekitar 30 meter yang menancam empat kepala keluarga. Talut yang ambrol di Wunut tersebut merupakan talut Sungai Oya. Aka mengatakan talut itu sebenarnya sudah mulai terkikis sejak pekan lalun, kemudian merembet hingga ambrol sepanjang 30 meter.
Untuk penanganan sementara petugas dari BPBD, sukarelawan, dibantu TNI-Polri sudah melakukan evakuasi material longsor yang menghalangi jalan. "Kalau untuk perbaikan nanti ditangani oleh OPD [oranisasi perangkat daerah] terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman," ujar Aka.
Lebih lanjut Aka mengatakan pada musim penghujan ini beberapa wilayah yang rawan banjir dan tanah longsor ada di Sumbermulyo Bambanglipuro, Banguntapan Banguntapan, Mangunan Dlingo, Jatimulyo Dlingo, Girirejo Imogiri, Wukirsari Imogiri, Selopamioro Imogiri, Trimulyo Jetis, dan Tirtonirmolo Kasihan.
Kemudian Parangtritis Kretek, Donotirto Kretek, Srimulyo Piyungan, Sitimulyo Piyungan, Wonolelo Pleret, Pleret Pleret, Seloharjo Pundong, Gadinsari Sanden, Pajangan Sedayu, Bangunharjo Sewon, Pendowoharjo Sewon, dan Poncosari Srandakan. Wilayah-wilayah rawan luapan sungai Winongo, Gajahwong, Oya, Boyong, Code, Gawe, Opak, dan saluran irigasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.