Pedro Acosta Tercepat di Catalunya, Tes MotoGP Dihentikan Hujan
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Ilustari pendafataran CPNS online./menpan.go.id
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY tetap akan mengajukan permohonan penambahan calon PNS untuk 2019. Pengajuan itu tidak terkait dengan ada tidaknya pendaftaran CPNS 2019.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Agus Supriyanto mengatakan pengajuan formasi CPNS tersebut sudah dilakukan setiap tahun. "Setiap tahun kami ajukan penambahan formasi. Seperti tahun kemarin kami minta sekitar 1.700 formasi, tapi yang diterima hanya 766 formasi. Tahun ini juga akan kami ajukan, kalau bisa jumlahnya sepeti tahun kemarin," katanya di kantornya, Jumat (25/1/2019).
Hal itu dilakukan karena setiap tahun banyak PNS yang juga pensiun sehingga membutuhkan pengganti. Pasalnya hingga kini ada sekitar 2.500 PNS sampai 2020 yang sudah pensiun. Apalagi sejak moratorium penerimaan CPNS dilakukan beberapa tahun lalu, baru dilakukan rekrutmen CPNS pada tahun lalu. Untuk persiapan 2020, kata Agus, kebutuhan ideal PNS baru sebanyak 3.200 orang.
"Setiap tahun PNS yang pensiun rata-rata 900 orang pertahun. Penerimaan terakhir tahun 2015. Sudah empat tahun tidak ada penambahan, kecuali tahun kemarin. Ini tentu harus menjadi perhatian," katanya.
Dia mengatakan, rencana Pemerintah Pusat yang akan membuka formasi baru pada tahun ini juga baru diketahui dari media. Dia juga tidak mengetahui apakah yang dibuka khusus K2 atau tidak lantaran sampai saat ini belum ada informasi.
"Secara resmi kami belum mendapatkan informasi terkait rencana tersebut. Kalau ada tentu kami akan mengizinkan permintaan formasi ke Pusat. Sampai sekarang belum ada surat," katanya.
Dia menjelaskan, kekurangan PNS tersebut berada merata di semua sektor. Mulai dari sektor kesehatan, pendidikan dan tenaga teknis. Hanya saja, sampai saat ini, kondisi tersebut belum mengganggu kinerja masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
"Kalau ini tidak diperhatikan, bisa-bisa tidak ada pejabat yang tidak memiliki staf. Terus yang mau ngetik nanti siapa?," katanya.
Disinggung soal penerapan teknologi yang dilakukan Pemda DIY, Agus mengatakan hal itu terus dilakukan. Selain untuk mendukung pelayanan juga kebutuhan perkembangan zaman.
Hanya saja, lanjut Agus, tetap saja perlu adanya staf untuk melakukan kerja-kerja teknis. "Seperti melayani dan menulis program. Jadi bukan berarti penggunaan teknologi juga mengenyampingkan hal itu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.