Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Selama Januari hingga Februari tahun ini, tercatat sudah ada 53 orang di Bantul yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyebarannya pun kini lebih merata, tak hanya di wilayah endemis.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Maya Sintowati Supanji menegaskan jumlah warga Bantul yang menderita penyakit DBD memang tidak sebanyak di daerah lain. Meski begitu dia mengaku sudah mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap penyebaran penyakit penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti itu. "Kami sudah kirimkan surat edaran ke rumah sakit dan puskesmas jika ada pasien yang demam untuk mencurigai ke arah DBD," kata Maya kepada Harianjogja.com, Sabtu (2/1/2019).
Bahkan, kata dia, jika ada warga yang demam hingga lebih dari tiga hari, maka puskesmas bisa langsung menyarankan pasien untuk opname tanpa menunggu hasil uji laboratorium. Dengan begitu jika terjadi keadaan gawat darurat bisa segera ditangani. “Selain itu rumah sakit juga harus siap menerima rujukan," ujar dia.
Selain kesiapsiagaan petugas kesehatan, Maya juga meminta masyarakat agar meningkatkan upaya pengendalian nyamuk melalui pemantauan jentik nyamuk di setiap rumah serta menjaga kebersihan rumah dan halaman yang diduga menjadi tempat sarang perkembangbiakan nyamuk.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Fauzan menambahkan data 53 kasus DBD awal tahun ini merata di hampir semua kecamatan. Padahal sebelumnya wilayah endemis hanya wilayah perbatasan seperti Sewon, Banguntapan, dan Kasihan. “Namun kini merambah ke kecamatan lain,” ujar dia.
Meski begitu, Fauzan menaku kasus demam berdarah yang terjadi awal tahun ini masih terkendali karena semua cepat tertanani sehingga tidak sampai merenggut nyawa. Ia berharap masyarakat lebih meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk.
Tidak hanya di rumah dan halaman, namun di tempat-tempat fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah yang jarang tersentuh juga harus dibersihkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.