Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (tengah) memimpin seremonial peluncuran Calender of Event 2019 Dinas Pariwisata DIY di Grand Dafam Rohan Hotel Jalan Janti, Senin (4/2/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata DIY merilis Calender of Event 2019. Kalender yang berisikan kegiatan selama setahun ke depan tersebut diharapkan mampu turut berkontribusi mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke DIY.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan peluncuran kalender tersebut untuk mengenalkan beragam agenda yang digelar pelaku wisata di DIY hingga Desember 2019. "Kami memberikan informasi penyelenggaraan event secara lengkap kepada wisatawan yang akan berkunjung ke DIY sehingga mereka dapat mengatur jadwal liburan dengan lebih baik," katanya di Grand Dafam Rohan Hotel, Senin (4/2/2019).
Selain itu, kata Singgih, keberadaan Calender of Event 2019 bertujuan pula menyinergikan penyelenggaraaan event kepariwisataan yang digelar Pemda DIY dengan event yang digelar oleh pemerintah kabupaten/kota serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY. Hal itu semata-mata untuk memenuhi target kunjungan wisatawan ke DIY pada tahun ini.
Seperti diketahui, tahun ini Pemda DIY menargetkan sebanyak 5.926.228 wisatawan datang ke DIY. Rinciannya, sebanyak 498.410 orang adalah wisatawan mancanegara dan 5.427.818 orang wisatawan nusantara. “Kami yakin target itu bisa diraih, salah satunya karena kian meningkat dan membaiknya akses serta amenitas serta dukungan atraksi wisata yang berkualitas di DIY,” kata mantan Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY itu.
Dalam peluncuran tersebut ada 47 kegiatan unggulan yang diharapkan bisa menarik wisatawan. Dari 47 kegiatan sepanjang tahun, terbagi dalam lima kegiatan, yaitu destinasi, event komunitas, seni budaya,dan olahraga.
Sebanyak 18 di antaranya digelar di Kota Jogja, delapan kegiatan di Bantul, empat acara di Kulonprogo, tujuh event di Gunungkidul, dan sembilan atraksi dilaksanakan di Sleman. "Selain jumlah kunjungan wisatawan, lama tinggal atau length of stay (LOS) wisatawan juga diharapkan dapat meningkat sehingga menciptakan permintaan pasar [belanja] yang berimbas pada perekonomian masyarakat," kata Singgih.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X yang membacakan sambutan dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X menambahkan peluncuran Calendar of Event 2019 menjadi momentum yang baik untuk mengembangkan pariwisata.
"Peluncuran Calendar of Event ini bisa jadi momentum yang baik untuk mempromosikan dan menciptakan akselerasi pembangunan serta pengembangan kepariwisataan. Pariwisata di DIY bermuara pada pengembangan ekonomi kreatif dan industri jasa," kata Sri Paduka.
Ketua DPD Asita DIY, Udhi Sudiyanto mengatakan keberadaan ke tersebut diharapkan mampu mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan ke DIY. Akan tetapi dia menilai kegiatan yang dilaksanakan setahun ke depan masih didominasi oleh event untuk wisatawan domestik.
"Secara umum ini merupakan kemajuan dan usaha yang akan dilakukan Dispar DIY untuk mengejar target 5,1 juta wisatawan. Ke depan bagaimana caranya bisa memanfaatkan direct flight untuk mendatangkan wisatawan asing itu juga perlu dipikirkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.