Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Ilustrasi air minum dalam kemasan/Womenshealthmag
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Potensi sumber air di Luweng Pulejajar, Desa Jepitu, Girisubo belum dimanfaatkan secara optimal. Guna memaksimalkan sumber ini, rencananya akan ditambah selang untuk mengangkat air dari dalam sumber.
Pegiat Komunitas Merangkul Bumi (Kombi), Rubiyanto mengatakan, dari sisi potensi, debit air di Luweng Pulejajar bisa mencapai 150 liter per detik pada saat musim hujan. Sedang pada saat kemarau, kapasitasnya di kisaran 50 liter per detik. Sayangnya, dari potensi tersebut air yang diangkat baru mencapai 1,18 liter per detik. “Memang belum bisa sepenuhnya dimaksimalkan,” kata Rubiyanto kepada Harian Jogja, Jumat (1/2/2019).
Menurut dia, untuk menambah kapasitas produksi air, rencananya pada musim kemarau mendatang akan dilakukan pengerjaan penambahan selang untuk mengalirkan air ke permukaan. “Kita sudah siapkan selang sepanjang 1.300 meter. Nantinya selang ini akan dipasang ke dalam luweng sehingga debit air yang diangkat bisa lebih besar lagi,” katanya.
Rubiyanto mengatakan, fasilitas selang sepanjang 1,3 kilometer ini merupakan bantuan dari Badan Wakaf Alquran. Untuk pengangkatan sumber air tersebut, ia mengakui sudah banyak bantuan yang diberikan, baik yang dilakukan masyarakat, komunitas mahasiswa, pecinta alam hingga bantuan dari lembaga sosial. “Mudah-mudahan dengan penambahan selang dapat mengoptimalkan pemanfaatan air dari luweng,” ucapnya.
Ia menambahkan, permasalahan sumber di Luweng Pulejajar bukan hanya pada potensi debit air, namun juga pemanfaatan belum dimaksimalkan. Meski sumber air sudah di angkat ke permukaan, tapi hingga sekarang warga belum bisa memanfaatkan dengan baik. “Untuk saat ini baru truk pengangkut air yang memanfaatkan. Sedang untuk masyarakat umum belum karena jarak antara sumber dengan permukiman warga jauh dan belum ada infrastrutur untuk menyalurkan ke rumah warga,” katanya.
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Kecamatan Girisubo, Arif Yahya mengatakan, di wilayah Kecamatan Girisubo tidak memiliki banyak sumber air. Oleh karena itu, pada saat kemarau banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Ia mengatakan untuk potensi sumber air, salah satunya ada di Luweng Pulejajar. Meski demikian, hingga saat ini potensinya belum dimanfaatkan secara optimal karena jarak lokasi sumber yang berada di tengah hutan. “Memang jadi PR karena untuk pemanfaatan ke rumah warga butuh biaya yang sangat besar. Ya harapan kami ada perhatian sehingga sumber tersebut dapat dioptimalkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.