Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Guru-guru PAUD mendapatkan Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Kantor DPD DIY, belum lama ini./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA--Para pendidik, terutama guru-guru PAUD diminta untuk mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak didiknya. Pasalnya, nilai-nilai Pancasila akhir-akhir ini mulai luntur dalam kehidupan masyarakat.
Anggota DPD RI dari DIY GKR Hemas mengatakan Bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah di era digital. Media sosial yang semula bertujuan untuk memudahkan warganet untuk berkomunikasi di dunia maya, kini berubah menjadi sumber konflik. Bahkan tidak jarang muncul permusuhan antarwarganet yang berimbas di kehidupan nyata.
"Ini karena setelah reformasi, nilai-nilai Pancasila sangat jarang diajarkan kepada anak-anak. Padahal Pancasila itu dasar Negara kita," katanya dalam acara Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Kantor DPD DIY, belum lama ini.
Menurut Hemas, problem kebangsaan yang dihadapi saat ini disebabkan Pancasila dan tiga pilar utama bangsa tidak lagi diamalkan. Di masa Orde Baru, Pancasila menjadi ideologi yang berlebihan sementara di era reformasi Pancasila cenderung dipandang negatif.
"Orang bebas berpendapat lewat medsos tanpa dibekali nilai-nilai Pancasila sehingga banyak dampak negatif yang muncul seperti ujaran kebencian," katanya.
Oleh karenanya, GKR Hemas meminta agar nilai-nilai Pancasila sebaiknya diajarkan sejak usia dini. Hal itu dipandang penting agar ke depan anak bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila baik dalam bersikap maupun berperilaku.
Hal tersebut tidak lepas dari peran pendidik. Terutama guru-guru PAUD. Bagaimana sikap dan perilaku anak-anak secara tradisi berpedoman pada nilai-nilai Pancasila. "Mungkin banyak guru PAUD yang mengerti soal Pancasila, tetapi mungkin banyak juga yang belum tahu bagaimana mengajarkan Pancasila kepada anak usia dini. Ini yang perlu diperhatikan," katanya.
Heri Santoso, Ketua Pusat Studi Pancasila UGM menilai usulan tersebut sangat rasional. Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara harus terus dijaga agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh dan terhindar dari perpecahan.
Agar bangsa ini tetap berdiri kokoh, warga Indonesia harus mengamalkan sila-sila dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya sebatas slogan semata. "Ajarkan kebudayaan dan agama yang benar di PAUD. Misalnya dengan bernyanyi dan bermain. Permainan asli Indonesia semuanya mengusung nilai-nilai gotong-royong dan tidak egois," kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Jadwal perpanjangan SIM Sleman Agustus 2026 di Satpas, MPP, SCH, dan SIMMADE lengkap dengan syarat, lokasi, dan jam pelayanan.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.