Investasi Harus Dipermudah
Harianjogja.com, JOGJA—Saat gala dinner penutupan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2019 yang dihadiri oleh segenap komunitas Tionghoa dan pejabat pemerintahan pada Selasa (19/2), Olifant mendapat kehormatan untuk mengisi acara tersebut.
Olifant pun menampilkan sebuah penampilan kolosal yang sarat unsur seni dan budaya. Drama kolaborasi budaya tersebut melibatkan lebih dari 150 orang perwakilan murid TK, SD, SMP, guru, staf, perwakilan orang tua murid, dan tokoh masyarakat Tionghoa.
Tim Marketing Communication Olifant School, Mirzania Bunga Ardini mengatakan drama yang ditampilkan berjudul Merayakan Imlek Bersama Emak Engkong ini merupakan kolaborasi budaya Jawa, Tiongkok, dan Indonesia. Drama dengan sentuhan tarian, nyanyian, shadow puppet dan parade kolosal menjadikan drama ini terlihat sangat semarak, meriah, dan menarik perhatian para tamu yang turut diundang dalam penutupan PBTY 2019.
Drama diawali dengan percakapan emak engkong yang merasa kesepian saat Imlek tiba karena anak dan cucu tidak pulang. Mereka menonton televisi dan mendengarkan sebuah lagu yang mengingatkan akan masa lalu.
Engkong lalu teringat sebuah cerita legenda yang biasanya diceritakan ke anak-anak saat masih kecil. Dalam babak ini, shadow puppet muncul, para anak cucu memberi kejutan dengan kemeriahan parade. "Percakapan dan narasi dalam drama tersebut menggunakan tiga bahasa yaitu Jawa, Indonesia dan Tionghoa," katanya dalam rilis, Rabu (20/2).
Menurut Bunga, dari persiapan hingga pelaksanaan orangtua murid yang terlibat sangat kooperatif mendukung pelaksanaan drama kolosal ini. Bahkan saat hari H, orangtua turut aktif berpartisipasi menjadi tim pagar betis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.