Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Sistem Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 dinilai lebih baik karena menguntungkan siswa. Seleksi yang dulu dilakukan sekali, tahun ini digelar dua kali melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN.
"Sistem SBMPTN baru lebih bagus karena siswa mengetahui terlebih dahulu nilainya, baru memilih jurusan. Siswa dapat melihat nilai sebagai pertimbangan. Jika di kesempatan pertama kurang sehat, siswa mencoba di tes kedua," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, R. Kadarmantara Baskara Aji, Kamis (21/2/2019).
Baskara mengimbau sekolah agar menyosialisasikan dengan baik setiap tahapan SBMPTN kepada siswa. Ia mewanti-wanti jangan sampai ada siswa yang tidak tahu tahapan pendaftaran SBMPTN.
Selain tahapan SBMPTN, Baskara mengatakan Disdikpora DIY juga menyosialisasikan Seleksi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) belum lama ini.
Humas SMAN 3 Jogja Agus Santosa mengatakan sekolah tidak masalah dengan aturan SBMPTN yang baru, karena lebih menguntungkan siswa.
"Kami pada prinsipnya siap mengikuti aturan yang ada. Anak-anak dapat lebih tepat menentukan pilihan karena sudah memiliki nilai," kata Agus.
SMAN 3 telah menyiapkan layanan pendalaman materi khusus untuk SBMPTN, siswa mendaftar tidak dipungut biaya.
Kepala SMAN 1 Pakem Kristya Mintarja mengungkapkan dalam aturan SBMPTN yang baru, siswa bisa melihat kemampuannya.
"Ada dua sesi ujian. Siswa bisa melihat grade sekian untuk melihat potensinya. Jika siswa jeli, peluang diterima PTN akan lebih besar," ucapnya.
Sistem yang baru menurutnya juga memacu sekolah untuk dapat bersaing dengan sehat, karena nantinya hasil dari tes tersebut dapat dilihat secara terbuka.
"Sistem baru SBMPTN juga memacu sekolah mendesain program dan bisa menjadi evaluasi proses pembelajaran," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.
Daftar makanan penyeimbang hormon wanita seperti sayuran hijau, yoghurt, dan flaxseed. Bantu atasi stres, jerawat, hingga gangguan menstruasi.
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.