Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyerahkan tumpeng tanda peresmian bangunan baru Pasar Bendungan kepada Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sri Haryati, di Pasar Bendungan, Desa Bendungan, Kecamatan Wates, Kamis (31/1/2019).-Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pedagang di Pasar Bendungan, Kecamatan Wates yang sebelumnya dipindah sementara karena bangunan pasar direvitalisasi, kini resmi menempati bangunan baru pasar. Peresmian penggunaan ditandani dengan acara boyongan dari tempat relokasi sementara menuju lokasi pasar, Kamis (21/2/2019).
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar Bendungan, Sri Haryati, mengungkapkan setelah selesainya penataan pasar, pedagang menggelar boyongan. Para pedagang mengenakan pakaian lurik berjalan arak-arakan menuju lokasi pasar didampingi jajaran dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo.
“Acara boyongan digelar hari ini [kemarin] agar bisa menyesuaikan waktunya dengan Pemkab,” ungkapnya, kemarin. Setelah boyongan dilakukan, secara bertahap pedagang-pedagang yang sebelumnya direlokasi 50 meter dari lokasi revitalisasi pasar kini mulai menempati tiap kios dan los.
Sebelumnya, penempatan Pasar Bendungan sempat molor, dari yang sebelumnya akan ditempati Januari kini baru bisa ditempati di Februari. Molornya penempatan pasar tersebut karena adanya para pedagang yang menyatakan diri sebagai pemegang hak atas kios dan los di pasar itu sebelum pernah terbakar di 2016.
Sri mengatakan total ada 184 kios dan sekitar 600an los sudah ditata di Pasar Bendungan. “Pembagian kios juga per zonasinya. Pedagang arakan juga bisa berdagang, tapi kita tempatkan di lantai atas,” tutur Sri. Pasar tersebut mempunyai dua lantai.
Dia berharap agar setelah boyongan dan pedagang menempati kios dan losnya masing-masing, hasil jualannya bisa laris. “Selain itu, bisa lebih terjalin lagi silaturahmi semua pedagang dan lebih erat lagi. Sebelumnya dinamika rebutan biasa terjadi,” katanya.
Kepala Disdag Kulonprogo Krissutanto menuturkan meskipun di lokasi pasar sekarang sudah dua lantai, dia berharap agar pedagang di lantai atas pun tetap laris. “Harapannya semua bisa laku karena di lantai dua juga menarik. Sekarang pasar bersih dan nyaman,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Penataan sempadan Sungai Lowanu Jogja dipercepat untuk mencegah longsor sekaligus mendukung wisata kuliner yang aman.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.