Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Ilustrasi. /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JOGJA- Masyarakat diimbau untuk ikut melakukan penghematan energi pada peringatan Earth Hour 30 Maret mendatang. Pemda DIY akan mengeluarkan imbauan agar seluruh pemerintah kabupaten/kota ikut mendukung kampanye pengurangan konsumsi energi ini.
Dalam testimoninya untuk peringatan Earth Hour 2019 Jogja, Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendukung dilakukan switch off earth hour. Dia juga berharap panitia Earth Hour 2019 Jogja terus melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan kegiatan dari tahun ke tahun. Tujuannya, agar penyelenggaraan acara semakin baik dan memiliki dampak lebih besar bagi masyarakat.
“Mari bergotong-royong ngerumat bumi, dengan mematikan lampu selama satu jam pada hari Sabtu, 30 Maret 2019, pukul 20.30-21.30 waktu setempat, demi memastikan bumi kita selamat. Ingat, satu jam, satu lampu, satu bumi. Ini aksiku, connect to earth,” kata Sultan usai bertemu dengan Panitia Earth Hour 2019, Selasa (26/2/2019) di Gedhong Wilis, Komplek Kepatihan.
Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi menambahkan Pemda DIY mendukung kampanye dan kegiatan mematikan lampu selama satu jam yang digelar setiap tahun. Dengan kampanye seperti itu, Pemda berharap penghematan energi bisa dilakukan sebagai kebiasaan dalam kehidupan masyarakat DIY.
"Kegiatan Earth Hour ini kan dari pihak luar, non pemerintah. Kami berharap dari pemerintah juga ikut bertindak untuk melakukan penghematan energi," katanya.
Upaya penghematan penggunaan listrik ini, katanya, diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk bisa menghemat listrik. Dalam waktu dekat, Gubernur DIY akan mengeluarkan imbauan kepada bupati, walikota dan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan Earth Hour 2019.
"Masyarakat bisa menyikapi penggunaan listrik secara bijaksana. Contohnya, kalau keluar dari kamar mandi ya lampunya dimatikan,” katanya.
Ketua Panitia Acara Earth Hour 2019 Jogja Ali Zaenal Abidin mengatakan pertemuan tersebut untuk meminta dukungan dari Pemda DIY terkait pelaksanaan Earth Hour 2019 Jogja. Kegiatan kampanye mematikan lampu selama satu jam ini akan dipusatkan di Monumen Serangan Umum 1 Maret, kawasan 0km.
"Kami berharap perilaku mematikan lampu selama satu jam diikuti oleh masyarakat. Kami berharap kampanye hemat energi ini, bisa memiliki dampak lebih besar ke depan,” katanya.
Disinggung dampak kampanye Earth Hour selama ini, Ali menuturkan panitia melakukan evaluasi kegiatan tahun-tahun sebelumnya. "Dampak penghematan listrik yang dirasakan cukup besar. Jika dinominalkan secara ekonomi, mematikan lampu selama satu jam minimal bisa menghemat Rp300 juta," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.
Giorgio Chiellini pernah mengkritik Mario Balotelli dan Felipe Melo dalam autobiografinya. Pernyataannya memicu kontroversi hingga berujung permintaan maaf.
Adele dikabarkan menyiapkan album kelima berjudul sementara 39 untuk 2027. Album ini disebut menghadirkan warna musik baru tanpa meninggalkan balada khasnya.
Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menyebut pelaku usaha saat ini masih menahan ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi. Hal ini dip
Lebih dari 300 ekstensi Chrome diduga memanipulasi mesin pencari dan memantau riwayat pencarian. Simak cara memeriksa dan menghapusnya.