Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Bupati Bantul Suharsono dan Wakil Bupati Abdul Halim Muslih./Harian Jogja-Bhekti Suryani
Harianjogja.com, BANTUL--Berbeda dengan Bupati Bantil Suharsono yang mengaku siap maju lagi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul 2020 mendatang, Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih justru lebih kalem.
Dia menanggapi santai terkait dengan kesiapan Suharsono yang sudah menyatakan siap mencalonkan kembali dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bantul 2020 mendatang. Halim menyatakan hak setiap orang untuk mencalonkan dan dicalonkan. “Kalau bertanya bagimana saya. Saya ini maju sebagai Wakil Bupati Bantul kan atas dhawuh dari partai. Saya tidak ada ambisi atau bahkan rencana tentang pilkada 2020,” kata Halim, saat ditemui di Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Jumat (1/3).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengaku partainya memiliki tradisi semua kader harus menunggu dawuh atau perintah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai sebagai pemilik kewenangan tertinggi. Menurut dia apapun perintah partai harus dijalani oleh kader yang loyal pada partai. “Kalau sebagai kader yang sudah dibaiat, apapun yang diamanatkan [partai] harus bersedia. Tapi saya tidak dalam posisi yang punya rencana apalagi ambisi,” ujar Halim.
Lagipula, dia mengaku masih ingin fokus menyelesaikan tugasnya sebagai wakil bupati sampai selesai masa jabatan pada Februari 2021 mendatang.
Menurut Halim banyak pekerjaan rumah yang belum selesai dikerjakan oleh Pemkab Bantul. Selama tiga tahun berjalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) belum tercapai, baik dari penanggulangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, maupun distribusi pendapatan masyarakat.
Begitu pula capaian Bantul bersih sampah diakuinya juga belum tuntas. “Bicara pilkada terlalu dini,” ujar Halim, yang juga merupakan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Bantul.
Seperti diketahui, Bupati Bantul Suharsono mengatakan banyak pekerjaan rumah soal pembangunan Bantul yang belum selesai dikerjakan dalam satu periode kepemimpinannya, sehingga ia berniat untuk mencalonkan kembali di periode kedua dengan dalih menuntaskan pekerjaan.
“Mudah-mudahan saya misalnya masih kuat, diberi umur panjang, dan masih dikehendaki masyarakat, akan saya selesaikan bangun Bantul dua periode. Ini kan masih belum selesai,” kata Suharsono, beberapa waktu lalu.
Dia berjanji pascaperiode kedua menjabat tidak akan mendorong istri, anak, dan saudaranya untuk ikut dalam bursa Pilkada Bantul. “Maksimum dua periode saya, habis itu terserah tidak akan mencalonkan anak istri," ujar Suharsono.
Suharsono merupakan Ketua DPC Gerindra Bantul. Suharsono dan Abdul Halim Muslih terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bantul dalam Pilkada 2016 lalu. Jabatannya akan berakhir pada Februari 2021 mendatang. Namun Bantul masuk dalam pilkada serentak 2010.Pasangan bupati dan wakil bupati Bantul ini diusung Partai Gerindra, PKB, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.