6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Camat Gondokusuman, Guritno (berdiri) memberi sambutan pada kegiatan Bedah Buku Agar Anak Anda Juara di Kecamatan Gondokusuman, Kamis (14/3/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Budaya membaca harus melekat dalam sendi kehidupan warga sehari-hari. Pasalnya dengan kebiasaan membaca, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang maju.
Kepala Seksi Pengembangan Minat dan Budaya Baca Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY Aris Widiyanto mengatakan kebiasaan membaca akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain mendekatkan akses informasi, juga bisa mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini, minat baca di masyarakat masih rendah.
Rendahnya minat baca ini disebabkan oleh banyak faktor. "Minat membaca sangat penting untuk meningkatkan kebutuhan masyarakat untuk mengembangkan diri. Untuk meningkatkan minat baca masyarakat harus terus diasah. Ini dibutuhkan kerja sama dari semua pihak yaitu, penulis buku, penerbit, dan juga pemerintah," katanya saat membuka kegiatan Bedah Buku Berjudul Agar Anak Anda Juara di Kecamatan Gondokusuman, Kamis (14/3/2019).
DPAD DIY, katanya, tahun ini menggelar setidaknya 60 kali kegiatan bedah buku di sejumlah titik dengan berbagai tema. Kegiatan tersebut salah satunya juga berfungsi untuk memasyarakatkan perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat. "Kegiatan bedah buku di Gondokusuman merupakan yang ke 27 kali digelar. Kami berharap masyarakat bisa mendapat informasi dan pengetahuan setelah mengikuti bedah buku ini," ucap Aris.
Camat Gondokusuman, Guritno berharap agar masyarakat banyak membaca buku. Selain menambah pengetahuan dan informasi, keuntungan gemar membaca masyarakat bisa hidup lebih kondusif. "Apalagi Jogja menjadi salah satu kota yang statusnya bagus untuk gemar membaca. Kami berharap Gondokusuman bisa menjadi kecamatan dengan nilai tertinggi untuk gemar membaca," katanya.
Dia juga meminta para orang tua, terutama kalangan ibu-ibu untuk memperhatikan anak-anak. Alasannya, calon penentu generasi bangsa yang handal merupakan ibu-ibu. Pengalaman dan pengawas yang baik oleh ibu-ibu bisa menular ke anak-anaknya. "Dengan begitu, maka generasi masa depan ini bisa memberikan dampak positif bagi Indonesia bisa lebih makmur dan sejahtera," katanya.
Turi Kastolani, penulis buku yang juga ikut membedah buku tersebut mengatakan agar orangtua harus mampu membangun karakter anak. Dengan potensi yang dimiliki, maka orangtua bisa mengembangkan potensi anak agar menjadi juara. "Kasih sayang seorang ibu bisa membuat seorang anak melebihi batas kemampuannya. Ada pertanyaan penting bagi ibu-ibu di buku tersebut, sebab buku ini menerangkan bagaimana pengaruh ibu menentukan masa depan anak," katanya.
Turi mengatakan jika karakter anak beragam dan berbeda-beda. Artinya, penanganan seorang anak juga disesuaikan karakteristiknya. "Cara menyikapi disesuaikan dengan karakteristik anak. Di buku itu ada. Buku ini bisa memberikan solusi bagaimana dan apa pilihan yang tepat untuk meningkatkan potensi yang dimiliki si anak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati mendukung Sekolah Rakyat Kulonprogo, namun meminta pemerintah mematangkan perencanaan dan evaluasi pelaksanaannya.
Dino Patti Djalal meminta perubahan iklim menjadi prioritas utama dunia dan mendorong Indonesia mempercepat target 100 GW energi surya.
Indonesia mengirim 432 atlet untuk bertanding pada 35 cabang olahraga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.