Kecelakaan Gamping: Polisi Buru Dalang Pembakar Bus Antar Jaya

Bangkai bus yang dibakar di Jl. Wates, Gamping, Sleman, Rabu (13/3/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
14 Maret 2019 15:17 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Polres Sleman masih mendalami peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) antara bus Antar Jaya jurusan Purwokerto-Solo dengan sepeda motor di Jalan Wates Km.7, tepatnya di depan Kelurahan Balecatur, Gamping, Sleman, Rabu (13/3/2019). Selain mendalami perihal peristiwa, polisi juga mulai menyidik soal pembakaran bus oleh massa.

"Saya sampaikan tindakan itu [pembakaran] tidak benar, tidak boleh main hakim sendiri, dan akan kami dalami itu. Tugas kepolisian untuk mencari pelaku pembakaran, itu tidak boleh dibiarkan," kata Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, Kamis (14/3/2019).

Lebih lanjut, Rizky mengatakan saat ini, polisi fokus pada peristiwa lakalantasnya terlebih dulu. Meski begitu jajaran Reskrim Polres Sleman diakui dia juga berjalan untuk mendalami peristiwa pembakaran bus. "Jadi ada dua hal terpisah yang kami dalami, yakni lakalantas dan pembakaran bus. Laka itu kan musibah, tidak ada yang menginginkan, namun jangan setelahnya berbuat anarkis. Itu bisa dikenain pasal 170," ujar Rizky.

Rizky menambahkan saat ini, polisi telah memeriksa lima orang terkait dengan peristiwa tersebut, termasuk, supir bus, kernet, dan saksi warga sekitar. "Ini supir busnya masih di periksa di Polres Sleman, sedangkan pengendara motor dirujuk ke Rumah Sakit Bhetesda, mengalami luka berat di kepala dan kaki kanan. Belum ada penetapan tersangka. Tadi malam sudah olah tempat kejadian perkara (TKP), hari ini olah TKP ulang, setelah itu baru gelar perkara," ujar dia, Kamis.

Sebagai informasi, peristiwa lakalantas tersebut terjadi pada Rabu sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Wates Km.7. Berawal ketika bus Antar Jaya bernopol AD 1644 CF jurusan Purwokerto-Solo yang dikemudikan oleh Joko Sundarto, 57, warga Karanganyar, Jawa Tengah melintas dari arah barat ke timur.

Sesampai di lokasi kejadian, di depan bus melaju sepeda motor yang dikendarai Wahyu Cahyono, 37. Pengendara sepeda motor tersebut hendak belok ke kanan, namun tersenggol bagian depan bus, dan pengendara sepeda motor kemudian jatuh terpental.

"Pengendara motor jatuh dan mengalami luka berat di bagian kepala dan patah tulang kaki kanan. Dia tidak memakai helm, dan tidak ada lampu belakang motor," ujar Rizky.

Lalu, setelahnya, tidak jauh dari lokasi kejadian, supir bus menghentikan busnya, namun, massa yang sudah ramai kemudian merengsek ke dalam bus dan meminta penumpang untuk turun. Tak lama setelah itu, bus pun sudah terbakar. "Supir bus menyelamatkan diri ke Mapolsek Gamping yang tidak jauh dari lokasi kejadian, sedangkan kernet bus menyelamatkan diri ke Mapolsek Sedayu," ujar Rizky.

Salah seorang saksi mata, Rina, mengatakan pada saat kejadian, ia sedang berjualan di sekitar lokasi kejadian. "Saya sedang jualan, tiba-tiba massa sudah banyak, yang saya lihat didalam bus ada orang, namun langsung keluar waktu massa ramai. Saya juga langsung lari, karena takut," ujar dia.