Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul berencana mengubah istilah kecamatan dan desa agar kecamatan dan desa dapat mengelola urusan keistimewaan dan mengakses dana keistimewaan (Danais).
Rencana ini baru diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Istilah kecamatan nantinya akan diganti menjadi Kepanewon yang dipimpin oleh Penewu (camat). Sementara desa diubah menjadi Kalurahan yang dipimpin Lurah (Kepala Desa).
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan penggantian sebutan istilah kecamatan dan desa menjadi kepanewon dan kalurahan agar lebih harmonis dengan kebudayaan kebudayaan DIY. Karena Bantul salah satu kabupaten di wilayah DIY.
Dengan perubahan tersebut, pihaknya ingin memperkuat kebudayaan dan mengembalikan ruh keistimewaan dalam organisasi perangkat daerah (OPD) di Bantul. Perubahan tersebut diakuinya juga merupakan amanat Undang-undang Keistimewaan DIY Nomor 13/2012. Dalam UUK tersebut, kata Halim, mengamanatkan agar Pemda DIY dan masyarakatnya dapat melestarikan kebudayaan yang khas yang dimiliki.
"Kebudayaan itu penting bukan sekedar identitas tapi karakter. Selama ini ada karakter yang hilang dan harus diimplementasikan lewat perda agar landing sampai ke desa," kata Halim," kata Halim, saat ditemui seusai menghadiri rapat paripurna di DPRD Bantul, Jumat (15/3/2019).
Halim mengatakan tidak ada ketentuan UUK DIY itu implementasinya hanya sampai tingkat provinsi. Sebab provinsi itu terdiri dari kabupaten dan kota, sampai ke tingkat desa sehingga semua wilayah kecamatan di Bantul dan desa di Bantul merupakan bagian dari DIY.
Kepala Bagian Hukum, Sekretariat Daerah Bantul, Suparman menambahkan dengan adanya perubahan istilah itu, maka pemerintah kecamatan dan pemerintahan desa akan mendapat penugasan baru, yakni urusan keistimewaan, seperti pertanahan, tata ruang, kebudayaan, dan susunan organisasi.
Perubahan istilah tersebut juga tidak menambah lembaga baru di kelurahan maupun kecamatan, melainkan hanya menambah tugas fokok dan fungsi kecamatan dan desa untuk menjalankan perintas keistimewaan. Penugasan urusan keistimewaan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur DIY Nomor 131/2018 tentang Penugasan Urusan Keistimewaan, yang mengamanatkan penugasan sebagian urusan keistimewaan kepada kabupaten/ kota dan desa.
"Dengan menjalankan urusan keistimewaan, otomatis dapat mengakses danais," kata Suparman.
Lebih lanjut Suparman menyatakan bahwa perubahan nomenklatur tersebut tidak melanggar aturan perundang-undang. Dalam Undang-undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, kata dia, penyebutan kecamatan dapat menggunakan sebutan lain. Demikian juga dalam Undang-undang Nomor 6/2014 tentang Desa.
"Misalnya ada penyebutan Nagari di Sumatera Barat, di Papua ada Distrik, ada Petinggi di Jepara, dan di Aceh juga ada istilah lain. Kalau penyebutan nomenklatur kecamatan dan kelurahan boleh dengan sebutan lain," ujar Suparman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.