Karhutla Sumsel Kian Parah, Bakar 300 Hektare Lahan per Hari
Karhutla Sumsel membakar 200–300 hektare lahan per hari. Keterbatasan air dan kapasitas pemadaman menjadi kendala petugas di lapangan.
Warga Ngentak dan Dermojurang bergotong-royong membersihkan sungai setelah banjir surutm Senin (18/3/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Dusun Ngentak, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong menjadi salah satu lokasi yang terkena dampak banjir paling parah pada Minggu (17/3/2019). Sungai kecil yang berada di perbatasan Ngentak dengan Dermojurang meluap hingga permukiman. Ketinggian air mencapai satu meter.
Salah satu warga Ngentak, Kaliman, mengatakan hujan deras yang melanda Seloharjo dan sebagian besar DIY selama hampir dua hari dua malam, membuat patahan ranting pohon dan tumpukan tanah terbawa arus sungai dan menutup aliran air.
Penyumbatan ini membuat air sungai kian meluap dan membanjiri permukiman warga. Sekitar pukul 19.00 WIB, air mulai menggenangi beberapa rumah terdekat dengan sungai. Dengan hujan yang masih terus mengguyur, beberapa warga mulai berjaga di sekitar sungai.
Air terus meluap hingga puncaknya sekitar pukul 23.00 WIB, air telah setinggi satu meter. Satu keluarga pemilik rumah yang berbatasan langsung dengan sungai dan tanah depan rumahnya ambles mengungsi ke rumah saudaranya yang tak jauh dari situ. Adapun penghuni rumah lainnya tetap memilih bertahan.
Genangan air yang semakin meluber dalam rumah membuat Kaliman dan warga lainnya sibuk mengamankan barang-barang berharganya ke tempat yang lebih tinggi di dalam rumah. “Ada juga yang hilang, tetapi bukan barang berharga, kayak tabung gas,” kata Kaliman.
Dusun Ngentak terendam banjir selama sekitar lima jam. Akibat banjir ini, satu jembatan kecil hancur, satu jembatan besar rusak cukup parah, dan satu rumah fondasi depannya nyaris hancur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Sumsel membakar 200–300 hektare lahan per hari. Keterbatasan air dan kapasitas pemadaman menjadi kendala petugas di lapangan.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.
FCD mendesak polisi menarik pasukan, menghentikan kekerasan, dan membuka jalur evakuasi bagi massa aksi di sekitar Malioboro dan DPRD DIY.
Indonesian Dance Festival 2026 digelar di Jakarta pada 29 Oktober–1 November, menghadirkan pertunjukan tari, lokakarya, diskusi, dan kolaborasi internasional.
Kenali kualitas air minum dari sumber, proses pengolahan, higienitas kemasan hingga keterlacakan produk untuk membantu keluarga memilih air minum.
Kemenkop menargetkan koperasi memiliki kilang minyak goreng pada 2027 untuk memperkuat hilirisasi sawit dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.