Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu./Harian Jogja- Nur Uswatun Khasanah (M123)
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY berencana membuat jalur khusus truk pengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Rencana tersebut menanggapi tuntutan warga sekitar TPST yang mengeluhkan kondisi jalan becek dan rusak.
Ratusan warga kembali memblokir pintu masuk TPST Piyungan, Rabu (20/3/2019). Demo digelar karena sudah dua pekan terakhir jalan menuju TPST Piyungan becek, banyak sampah berserakan dan bau. Kondisi jalan tersebut juga rusak.
Pada sisi lain antrian truk sampah juga mengular hingga satu sampai 1,5 meter dari area TPST Piyungan sejak sepekan terakhir. Akhir 2018 lalu lalu, warga juga mengeluhan kondisi serupa. Namun sampai sekarang belum ada tindaklanjut. "Kami minta pemerintah memperhatikan warga sekitar TPST Piyungan," kata koordinator unjuk rasa, Maryono.
Kepala DLH DIY, Sutarto mengakui kondisi jalan sekitar TPST Piyungan rusak dan becek saat musim hujan. Kondisi itu diperparah dengan antrian kendaraan yang akan membung sampah sehingga sampah terkadang berjatuhan.
Pihaknya belum bisa berbuat banyak karena baru menerima pelimpahan pengelolaan TPST Piyungan per tahun ini. Sebelumnya TPST Piyungan yang dibangun sejak 1995 itu dikelola oleh Dinas Keperjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM). Pekerjaan DLH soal TPST Piyungan selama tahun ini merupakan perencanaan DPUP-ESDM.
Terlepas dari itu, Sutarto mengaku akan berupaya semaksimal mungkin mengatasi persoalan TPST Piyungan yang sebenarnya sudah melebihi kapasitas daya tampung, "Meski sudah overload kami berusaha mengatasinya," katanya.
Beberapa upaya yang akan dilakukan di antaranya adalah memperpanjan jalur dermaga untuk truk agar pembongkaran truk tidak lagi di pinggir TPST yang memberatkan proses kerja alat berat. "Jadi dermaga akan diperpanjang sampai ke tengah sehingga truk bisa sampai tengah saat bongkar sampah," kata dia.
Selama ini, kata dia, sampah berserakan sampai jalan karena pembongkaran sampah terlalu pinggir. Sementara daya kerja alat berat terbatas. Hanya satu alat berat yang benar-benar berfungsi bekerja setiap hari, sementara satu lagi sering rusak.
Jalur dermaga nantinya juga dikhususkan bagi dump truk atau tidak semua kendaraan sampah. Hal itu untuk mempercepat proses bongkar sampah. Selama ini, kata dia, semua kendaraan sampah bisa masuk, bahkan pikap pun masuk sehingga proses bongkar sampah memakan waktu lebih dari 10 menit per kendaraan. Sementara dump truk hanya butuh bongkar maksimal lima menit.
Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan ini mengatakan untuk jangka pinjang pihaknya berencana membuat jalur baru khusus kendaraan yang akan membuang sampah. Sehingga memisahkan jalur kendaraan sampah dan jalur warga yang sudah ada sekarang bisa terpisah.
"Tapi rencana ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit sehinggga tidak mungkin tahun ini. Paling tidak sudah harus dipikirkan," ujar Sutarto. Namun untuk jangka pendek yang bisa ia lakukan adalah memperbaiki jalan yang anggarannya sudah tersedia. Perbaikan jalan dimulai Simpang Tiga Piyungan-Pleret sampai TPST Piyungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.