Kantor Kapanewon Ponjong Bakal Dipindah ke Pinggir Jalan Nasional
Pemkab Gunungkidul berencana memindahkan kantor Kapanewon Ponjong ke pinggir jalan nasional karena dinilai kurang strategis.
Seorang petugas menerjang air yang menggenangi kompleks SMPN 3 Saptosari, Rabu (20/3/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul segera merelokasi SMP Negeri 3 Saptosari yang selalu menjadi langganan banjir saat hujan deras mengguyur. Selain itu, tujuh sekolah lain yang terdampak banjir akibat Siklon Savannah, Minggu (15/3/2019) juga diperbaiki.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan Pemkab mengalokasikan anggaran Rp9 miliar untuk merelokasi SMP Negeri 3 Saptosari. Alokasi dana ini berasal dari bantuan Pemerintah Pusat untuk pemulihan pascabencana Badai Cempaka yang terjadi akhir 2017.
Edy mengatakan untuk pemulihan bencana yang diakibatkan Badai Cempaka, Pemkab mendapatkan bantuan Rp75 miliar. Dana ini rencananya untuk perbaikan sejumlah fasilitas seperti Jembatan Wonorejo di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar dan Jembatan Jelok di Desa Beji, Kecamatan Patuk. Selain itu, dana juga dimanfaatkan untuk merelokasi SMPN 3 Saptosari ke tempat yang lebih aman sehingga tidak menjadi langganan banjir. “Sudah disiapkan dan rencananya dana relokasi untuk pembangunan sekolah baru mencapai Rp9 miliar,” kata Edy kepada wartawan, Kamis (21/3/2019).
Dia menjelaskan anggaran Rp9 miliar hanya untuk pembangunan karena untuk pengadaan tanah tidak termasuk di dalamnya. “Jadi kalau dengan pengadaan tanah, maka anggarannya bisa lebih besar lagi. Sesuai rencana, gedung baru mulai dibangun di pertengahan tahun ini,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid, membenarkan rencana relokasi gedung SMP Negeri 3 Saptosari ke tempat yang aman. Pemindahan sekolah dilakukan agar tidak terus menerus menjadi langganan banjir. “Letaknya nanti tidak jauh dengan gedung yang lama sehingga para siswa tidak akan terkendala dengan pindahnya sekolah,” kata Bahron.
Dia menjelaskan untuk dampak bencana yang diakibatkan Siklon Savanna pada Minggu (17/3) tidak hanya terjadi di SMP Negeri 3 Saptosari. Banjir juga berdampak pada tujuh sekolah lain di Gunungkidul yang terdiri dari tiga SMP dan tiga gedung SD.
Tiga SMP ini meliputi SMP Negeri 1 Tanjungsari, SMP Negeri 3 Gedangsari dan SMP Negeri 3 Semanu. Sedang tiga gedung SD meliputi SD Saptosari dan SD Petoyan 1, 2 di Kecamatan Purwosari. “Total ada delapan sekolah yang terdampak banjir,” kata Bahron.
Kepala Bidang TK dan SD Disdikpora Gunungkidul, Sumarto, menambahkan untuk gedung SD yang terkena dampak banjir dikarenakan saluran drainanse di sekitar sekolah terjadi pendangkalan. Akibatnya hujan deras yang mengguyur membat sekolah terendam. “Kami sudah cek dan kondisi sekarang sudah kembali normal,” katanya.
Bahron meminta agar kejadian yang sama tidak terulang, saluran drainanse diperdalam sehingga mampu menampung dan membuang air lebih banyak. “Kalau lancar maka tidak akan menimbulkan genangan sehingga banjir bisa dicegah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul berencana memindahkan kantor Kapanewon Ponjong ke pinggir jalan nasional karena dinilai kurang strategis.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.
Platform Sapa UMKM jadi strategi pemerintah untuk pembinaan berbasis data dan membuka kemitraan UMKM dengan industri besar.
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.