Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Kondisi rumah Suryanto yang jebol terkena material longsor. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Yogyakarta memberikan bantuan kepada para korban bencana alam, khususnya banjir di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul belum lama ini.
Kepala BPJS Kesehatan Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti mengatakan bantuan berupa makanan, perlengkapan rumah tangga, sembako, dan alat tulis itu merupakan salah satu bentuk program organization social responsibility (OSR). Bantuan itu diterima langsung oleh Penanggung jawab Penerimaan Bantuan Bencana Puskesmas Imogiri 2 Bantul, Imung Soca Hayati.
“Kami mendengar korban banjir di wilayah Bantul mencapai ribuan jiwa. Bisa jadi para korban tersebut adalah Peserta JKN-KIS sehingga bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat untuk meringankan beban mereka,’’ kata Hesti usai menyerahkan bantuan tersebut di Puskesmas Imogiri 2 seperti tertulis dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (25/3/2019).
Sebagai badan hukum publik, BPJS Kesehatan tidak hanya berkewajiban menyelenggarakan program JKN-KIS, melainkan juga harus peka terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Karena itu BPJS Kesehatan memiliki program OSR yang sengaja diciptakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Jenis OSR macam-macam. Ada OSR tanggap sosial keagamaan, OSR sosial kesehatan, OSR tanggap bencana dan lain-lain. Setidaknya dalam satu tahun minimal satu kali penyaluran OSR,’’ kata dia.
Tak hanya sekadar menyalurkan bantuan, imbuh Hesti, instansinya selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat terlebih dulu. Hal itu menurut dia penting dilakukan agar bantuan yang diberikan nantinya bisa tepat sasaran. ”Bencana banjir ini melanda dua daerah di wilayah kerja kami sehingga kami tergerak hati untuk membantu para korban di daerah tersebut. Tetapi kami tak sembarangan menyalurkan, kami pasti berkoordinasi dulu [dengan pemerintah setempat] agar bantuan yang kami salurkan bisa tepat sasaran,’’ kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.