Film Pulung Gantung Syuting di Gunungkidul, Isi Harus Edukatif

Rahmat Jiwandono
Rahmat Jiwandono Selasa, 26 Maret 2019 20:37 WIB
Film Pulung Gantung Syuting di Gunungkidul, Isi Harus Edukatif

Ilustrasi Bunuh Diri

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, meminta diangkatnya fenomena bunuh diori dengan cara gantung diri di Gunungkidul atau dikenal dengan pulung gantung ke layar lebar harus memuat nilai edukasi. Rencananya, syuting film Pulung Gantung dimulai pada April 2019.

“Saya sudah pesan kepada produser film agar mengangkat Gunungkidul dalam konteks budaya secara komprehensif, jangan semata-mata karena fenomena pulung gantung,” kata Immawan, Selasa (26/3/2019).

Beberapa waktu lalu Immawan mengikuti diskusi persiapan pembuatan film Pulung Gantung. Dia mengungkapkan masalah pulung gantung harus diedukasi secara proporsional dari berbagai aspek. Jangan sampai tidak berimbang. Hal ini penting karena khazanah budaya di Gunungkidul sangat banyak. "Kalau hanya dilihat dari satu aspek saja, jadinya tidak proporsional," katanya.

Dia berharap film tersebut nantinya bisa mengedukasi masyarakat. “Semoga bisa mengubah cara pandang masyarakat tentang pulung gantung," kata Wabup.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online