Putusan MK Dana Pensiun Berlaku, OJK Siapkan Tindak Lanjut
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Tumpukan sampah di TPAS Piyungan, Kamis (19/4/2018). Saat ini volume sampah yang dibuang ke TPAS tersebut sudah hampir 600 ton per hari. Meningkat dari tahun lalu yang berkisar 450-500 ton per hari./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Akses Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup warga sejak Minggu (24/3/2019) lalu karena tuntutan penduduk setempat yang tak kunjung dipenuhi oleh pemerintah. Imbasnya, warga Jogja harus berhadapan dengan tumpukan sampah yang terus menggunung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja mengatakan setiap hari Kota Jogja memproduksi sebanyak 250 ton sampah. Sampah-sampah ini ditampung ke 142 tempat pembuangan sampah (TPS) sementara dan delapan depo transit sampah.
Sejak TPST Piyungan ditutup, sirkulasi sampah mandek. Ini mengakibatkan menumpuknya sampah di setiap TPS dan depo, hingga menyebabkan lingkungan kotor dan bau. Truk-truk pengangkut sampah pun terlihat berhenti di kantor DLH Jogja dengan kondisi penuh sampah.
Suyana mengatakan selama TPST Piyungan belum dibuka, langkah jangka pendek yang akan ia ambil adalah menyemprotkan disinfektan di setiap tumpukan sampah. Ini adalah penanganan sementara agar sampah yang terbengkalai tidak menjadi sumber penyakit bagi warga sekitar
Ia mempersilahkan masyarakat tetap membuang sampah-sampah di depo, karena lebih baik menumpuk sampah di depo daripada menyebarnya ke berbagai tempat. “Silakan ditaruh situ, nanti kami yang merapikannya setiap hari,” kata Suyana.
Meski demikian, ia menghimbau agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangganya. Guna meminimalkan penumpukan sampah di TPS dan depo, masyarakat juga harus berperan dalam mengurangi jumlah sampah yang diproduksi setiap hari. “Jangan buang yang masih bisa digunakan, atau bisa juga diberikan ke pemulung, itu kan tidak sampai di TPA,” katanya.
DLH Jogja menargetkan pengurangan volume sampah pada 2025 sebesar 30%. Sampai saat ini, pengurangan sampah Kota Jogja belum sesuai dengan yang ditargetkan. Suyana pun mengajak masyarakat untuk lebih memilah mana yang masih bisa dimanfaatkan dan mana yang memang benar-benar sudah waktunya dibuang.
Suyana juga mengharapkan agar pengelolaan TPST Piyungan diperbaiki. Menurut dia, kunci dalam persoalan TPST Piyungan ini adalah penyediaan alat berat dan tanah uruk. Jika kedua komponen ini dapat terpenuhi, tidak akan timbul permasalahan seperti yang dikeluhkan warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Hari pertama pendaftaran bakal calon lurah di 31 kalurahan Gunungkidul masih sepi. Pendaftaran Pilur Serentak 2026 dibuka hingga 23 Juli.
Nasib Kawasan Industri Piyungan masih menunggu keputusan pemerintah pusat setelah kewenangan pengelolaan izin PT YIP beralih dari Pemkab Bantul.
Polisi mengungkap ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi bermula dari pesan WhatsApp kepada guru saat hari pertama MPLS.
Meteor hijau yang viral di langit Jogja dipastikan BRIN merupakan batuan antariksa. Simak penjelasan ilmiah soal warna, dentuman, dan lintasannya.
SMPN 1 Wates mulai menggunakan gedung baru pada tahun ajaran 2026/2027 meski sejumlah fasilitas pendukung masih akan dilengkapi bertahap.