Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km

Newswire
Newswire Rabu, 27 Maret 2019 10:57 WIB
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,5 Km

Foto terjadinya guguran kubah lava dari Kaliadem, Sabtu (29/12/2018)./Ist- Gitsayanto via Twitter BPPTKG


Harianjogja.com, JOGJA – Gunung Merapi yang terletak di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncuran 1.500 meter pada pagi ini. Aktivitas ini terpantau Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Dilaporkan akun Twitter BPPTKG yang dipantau di Jogja, Merapi meluncuran awan panas guguran itu pada pukul 04.23 WIB dengan durasi 150 detik dan mengarah ke Kali Gendol.

Berdasarkan pengamatan BPPTKG sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, selain awan panas guguran juga teramati dua kali guguran lava pijar ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 750–900 meter.

Dalam periode itu, asap kawah tidak teramati. Cuaca di Merapi terpantau berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat dengan suhu udara 18,2–21,4 derajat Celsius, kelembapan udara 69–97 persen, dan tekanan udara 569,3–710,2 mmHg.

Selain itu, terekam satu kali gempa awan panas dengan amplitudo 55 mm selama 150,5 detik, 11 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–25 mm selama 15,8–93,3 detik, satu kali gempa embusan dengan amplitudo 6 mm selama 24,4 detik, satu kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 4 mm selama 21.5 detik, serta dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 2–4 mm selama 6,5–7,9 detik.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas yang jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG, atau kantor BPPTKG.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online