Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran Sebanyak 2 Kali

Newswire
Newswire Selasa, 02 April 2019 16:17 WIB
Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran Sebanyak 2 Kali

Guguran Lava Merapi terpantau dari Srunen, Minggu (13/1/2019)./Twitter-BPPTKG

Harianjogja.com, JOGJA-- Gunung Merapi kembali meluncurkan dua kali awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncr maksimum 1.000 meter, Selasa (2/4/2019) siang.

Melalui akun Twitter resminya Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebagaimana dikutip Antara menyampaikan dari pengamatan CCTV awan panas guguran pertama keluar dari Gunung Merapi pada pukul 11:23 WIB selama 102 detik dengan jarak luncur 1.000 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Sedangkan awan panas guguran kedua keluar pada pukul 11,25 WIB dengan durasi 93,8 detik dengan jarak luncur 900 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Selain awan panas guguran, pada periode pengamatan mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, BPPTKG juga mencatat satu kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan 900 meter ke arah hulu Kali Gendol.

BPPTKG juga merekam dua kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 50-55 mm selama 93,8-102 detik, 21 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-55 mm selama 18,1-110,3 detik, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 20 mm selama 28 detik, dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 mm selama 159 detik.

Pada periode itu, asap kawah tidak teramati. Cuaca di gunung itu cerah berawan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut dan timur. Suhu udara 23-30.8 derajat celcius, kelembaban udara 22-74 persen, dan tekanan udara 568.8-709.2 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online